Loading
Sorong — Sebanyak 113 guru se-Kabupaten Sorong mengikuti Kelas Kecerdasan Artifisial (KA) bertajuk AI Goes To School (AIGTS) di SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang digagas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) tersebut merupakan bagian dari program nasional AIGTS yang bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam memahami, menggunakan, dan mengintegrasikan teknologi kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan.
Program AIGTS menargetkan pendampingan 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan dengan dukungan Google.org, Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), dan Asian Development Bank (ADB).Program Officer AI Goes To School MAFINDO, Arya Budi Sutopo, mengatakan pelatihan tidak hanya mengenalkan teknologi AI, tetapi juga membekali guru agar mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran dan pekerjaan administratif.
“Untuk pelatihan kecerdasan artifisial yang versi kedua ini memang yang diberikan adalah enam modul. Yang pertama terkait pengenalan AI, kemudian R.I.K.A. AI dan manajemen prompt. Kemudian modul empat, lima, dan enam itu untuk langsung ke implementasinya, baik dari sisi pengelolaan kelas dan lain sebagainya,” ujar Arya.
Menurutnya, kemampuan menyusun prompt menjadi penting agar guru dapat berkomunikasi dengan AI secara efektif dan menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan. Namun, penggunaan AI harus tetap memperhatikan batasan dan etika.“Guru bisa menguasai AI, tetapi tidak sebatas menguasai. Guru juga harus tahu batasannya seperti apa. Yang jelas adalah bagaimana kemudian AI itu tidak menggantikan guru, tetapi justru membantu kinerja guru,” tegasnya.
Peserta mendapatkan materi pengenalan AI, etika penggunaan, manajemen prompt dan interaksi dengan Large Language Model (LLM), pembelajaran kreatif, pengelolaan kelas, serta peningkatan kinerja dan administrasi. Guru juga memperoleh akses Learning Management System (LMS) untuk melanjutkan pembelajaran secara mandiri.
Arya berharap para peserta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing serta membagikannya kepada guru lainnya.
“Harapannya setelah pelatihan ini selesai nanti tidak hanya berhenti di sini, tetapi teman-teman guru bisa mengimplementasikan dan juga memberikan dampak lebih luas lagi kepada teman-temannya, bahkan bisa dipraktikkan di kelas-kelas masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai literasi AI penting bagi guru dan generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.“Ini sangat positif sekali, terutama untuk para guru.
Di samping itu, masyarakat juga membutuhkan kegiatan ini,” ujar Sutedjo.Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sorong, khususnya Dinas Pendidikan.“Hal ini harus dibicarakan dengan Dinas Pendidikan.
Nanti mungkin Dinas Pendidikan ada program literasi digital, mungkin bisa masuk di kegiatan tersebut,” terangnya.Pelaksanaan AIGTS di Kabupaten Sorong diharapkan menjadi langkah awal penguatan kompetensi digital pendidik. Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu guru menyiapkan bahan ajar, mengembangkan pembelajaran kreatif, mengelola kelas, dan mendukung pekerjaan administrasi, tanpa menghilangkan peran guru sebagai aktor utama dalam pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, 113 guru memperoleh bekal awal untuk memanfaatkan AI secara lebih terarah, kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah masing-masing.