Loading
Inggris akan mengerahkan jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) untuk membantu melindungi Arab Saudi dari serangan rudal dan drone kelompok Houthi di Yaman.
Pemerintah Inggris menegaskan, pengerahan tersebut bersifat defensif dan tidak mencakup serangan terhadap kelompok bersenjata yang didukung Iran itu.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan jet tempur Typhoon akan menjalankan misi pertahanan udara untuk melindungi kota-kota Arab Saudi dan infrastruktur penting nasional dari serangan udara.
“Inggris akan menerbangkan misi pertahanan udara untuk mendukung perlindungan kota-kota Saudi dan infrastruktur nasional penting terhadap serangan udara, menggunakan jet tempur RAF Typhoon,” demikian pernyataan kementerian tersebut seperti dilansir Aljazeera, Selasa (20/10/2026).
Dukungan Inggris juga mencakup perpanjangan layanan pengisian bahan bakar di udara untuk mendukung operasi udara Arab Saudi.
Pengumuman ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah, dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta didukung Arab Saudi.
Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi, termasuk fasilitas minyak dan bandara utama di Riyadh.
Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman melancarkan serangan udara terhadap posisi Houthi.
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Ia menilai serangan terhadap bandara di Riyadh menunjukkan upaya kelompok tersebut untuk meningkatkan ketegangan di kawasan.
“Serangan berkelanjutan dari Houthi terhadap sekutu kami, Arab Saudi, benar-benar tercela. Penargetan bandara di Riyadh khususnya menunjukkan sejauh mana Houthi berupaya untuk meningkatkan situasi di kawasan ini,” katanya.
Ia mengatakan telah menyetujui tambahan dukungan militer Inggris untuk membantu Arab Saudi menghadapi ancaman rudal dan drone. Misi jet tempur Typhoon itu akan melengkapi peralatan dan personel Inggris yang telah berada di negara tersebut.
“Oleh karena itu, hari ini saya telah menyetujui dukungan militer Inggris lebih lanjut. Pesawat tempur Typhoon RAF akan melakukan misi pertahanan udara untuk membantu melindungi wilayah udara Saudi dari drone dan rudal. Ini melengkapi peralatan dan personel Inggris yang sudah ada di negara tersebut untuk mempertahankan diri dari serangan udara Houthi,” tambahnya.
Jurnalis Al Jazeera Camille Nedelec mengatakan keputusan pemerintah Inggris sebagian didorong oleh kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi.
“Apa yang terjadi di Teluk berdampak langsung pada rumah-rumah penduduk,” kata Nedelec.
Ia menilai pengerahan tambahan tersebut menunjukkan peningkatan keterlibatan Inggris di kawasan.
Situasi keamanan di kawasan Teluk menjadi perhatian karena eskalasi konflik dapat berdampak pada pasokan dan harga energi. Namun, alasan resmi yang disampaikan pemerintah Inggris untuk pengerahan jet tempur tersebut adalah membantu melindungi wilayah udara dan infrastruktur penting Arab Saudi dari serangan Houthi.
Pengumuman Inggris muncul sehari setelah parlemen Mesir menunda pemungutan suara untuk hari kedua terkait permintaan Presiden Abdel Fattah el-Sisi. Permintaan tersebut berkaitan dengan pengesahan dukungan militer bagi Arab Saudi jika kerajaan itu memintanya.
Menurut media pemerintah Mesir, sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober.
Sumber: beritasatu.com