Jatim Kembali Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional, Produksi Semester I 2026 Diproyeksikan Naik 5,49


  • 91 
  • Saturday, 06 June 2026 
  • Dian

Jatim Kembali Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional, Produksi Semester I 2026 Diproyeksikan Naik 5,49

SURABAYA – Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Berdasarkan data periode Januari–Juli 2026, provinsi ini diproyeksikan menjadi produsen padi terbesar di Indonesia dengan total produksi mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering.

Peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas panen yang diperkirakan mencapai 1.378.919 hektare. Angka ini meningkat sekitar 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1.301.015 hektare.Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah hingga dukungan pemerintah pusat dalam menjaga produktivitas pertanian.“Di tengah fluktuasi iklim global dan berbagai tantangan produksi pangan nasional pada tahun 2026, Jawa Timur menunjukkan performa positif dan tetap memimpin sebagai produsen padi tertinggi di Indonesia,” ujar Khofifah.

Data menunjukkan potensi produksi padi Jawa Timur pada Januari–Juli 2026 mencapai 7.706.084 ton, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada pada angka 7.304.784 ton. Kenaikan sebesar 5,49 persen tersebut menjadi indikator kuat bahwa sektor pertanian Jawa Timur masih tumbuh secara konsisten.

Capaian tersebut juga menempatkan Jawa Timur di posisi teratas dalam daftar tiga besar produsen padi nasional. Jawa Tengah berada di peringkat kedua dengan produksi sekitar 7,00 juta ton GKG, sementara Jawa Barat menempati posisi ketiga dengan produksi 5,98 juta ton GKG.Pengamat pertanian menilai peningkatan produksi padi di Jawa Timur menjadi kabar positif bagi upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Selain memperkuat stok beras dalam negeri, peningkatan produksi juga berpotensi menjaga stabilitas harga pangan di tengah ketidakpastian kondisi iklim dan ekonomi global.Keberhasilan ini sekaligus mempertegas peran strategis Jawa Timur sebagai salah satu daerah penyangga utama kebutuhan pangan nasional. Dengan tren peningkatan yang terus terjaga, Jawa Timur diharapkan mampu mempertahankan produktivitas pertaniannya sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di berbagai wilayah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program peningkatan produktivitas, penguatan irigasi, penggunaan teknologi pertanian, serta pendampingan kepada petani guna memastikan keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang.