Kenapa Amerika Serikat Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro?


  • 408 
  • Sunday, 04 January 2026 
  • Tania

Kenapa Amerika Serikat Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro?

Amerika Serikat melancarkan serangan militer skala besar terhadap Venezuela yang mengakibatkan banyak ledakan di ibu kota Caracas dan beberapa wilayah lain pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Operasi ini tidak hanya menargetkan infrastruktur militer, tetapi juga berujung pada penangkapan Nicolas Maduro.

Dikutip dari AP News, Sabtu (3/1/2026), Presiden AS Donald Trump melalui media sosialnya Truth Social mengklaim bahwa AS telah berhasil menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Dalam keterangan yang sama, Trump mengklaim telah membawa keduanya keluar dari negara tersebut.

Tapi, apa alasan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro?

Alasan utama di balik tindakan drastis ini adalah tuduhan kriminal berat yang sudah lama menjerat Maduro di pengadilan AS.

Sejak tahun 2020, Departemen Kehakiman AS telah mendakwa Maduro atas tuduhan "narkoterorisme" atau perdagangan gelap narkotika yang menggunakan terror untuk melindungi operasinya.

Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menyatakan bahwa Maduro dan istrinya akan menghadapi dakwaan di New York atas konspirasi terorisme dan penyelundupan narkotika.

"Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York. Nicolas Maduro telah didakwa dengan konspirasi Narkoterorisme, konspirasi inpor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat destruktif, dan konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur terhadap Amerika Serikat," tulis Bondi di akun media sosialnya dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (3/1/2026).

Pemerintah AS juga menuduh Maduro memimpin kartel narkoba yang disebut dengan "Cartel de los Soles".

Pemimpin Venezuela itu dituduh bekerja sama dengan kelompok gerilya kolombia untuk menyelundupkan berton-ton kokain ke Amerika Serikat.

Itulah yang dijadikan dasar hukum oleh otoritas AS untuk menuntut ekstradisi dan penuntutan terhadap Maduro di pengadilan AS setelah penangkapan tersebut.

Operasi militer yang diberi kode "Operation Southern Spear" ini disebut-sebut melibatkan pasukan elit Delta Force.

Menurut laporan New York Times, Sabtu (3/1/2026), penangkapan ini dibantu oleh informan internal dari dalam pemerintahan Maduro sendiri yang bekerja sama dengan CIA.

Dua sumber yang mengetahui penangkapan tersebut mengatakan, Maduro dan istrinya ditangkap saat tidur dan diseret keluar dari kamar mereka.

Sumber: kompas.com