Keracunan MBG 0,0017% Bukan Skandal, Tapi Bukti Pemerintah Berani Transparan



Keracunan MBG 0,0017% Bukan Skandal, Tapi Bukti Pemerintah Berani Transparan

Jakarta - Angka keracunan MBG yang dipersoalkan itu 0,0017 persen dari total 30 juta penerima. Artinya apa? Dari 30 juta paket, hanya segelintir kasus yang terjadi. Bukan berarti korban diabaikan, tapi fakta ini menunjukkan skala masalah yang sangat kecil dibanding keberhasilan program besar.

Yang sering luput dibicarakan adalah: 30 juta anak mendapatkan manfaat langsung. Nutrisi, dukungan belajar, dan bantuan nyata sampai ke lapangan. Apakah beberapa kasus keracunan harus membuat program sebesar ini dianggap gagal total? Jangan munafik. Bahkan di negara maju pun, program bantuan massal selalu ada risiko. Bedanya, pemerintah kita tidak menutup-nutupi — justru berani membuka angka sekecil itu ke publik. Itu yang disebut transparansi.

Lalu muncul kritik: “Nyawa tidak bisa dihitung dengan statistik.” Benar, nyawa manusia itu berharga. Tapi mari kita realistis — jangan memakai tragedi satu-dua kasus untuk menutup manfaat 30 juta penerima lain. Kalau setiap kebijakan publik hanya diukur dari risiko nol persen, maka tidak akan ada satu pun program yang berani dijalankan. Pesawat terbang pun punya kemungkinan jatuh, tapi apakah itu membuat kita berhenti terbang?

Pemerintah memang harus memperbaiki distribusi dan quality control MBG agar kasus serupa tidak terulang. Itu kritik yang sehat. Tapi membelokkan data menjadi seolah pemerintah menyepelekan nyawa? Itu playing victim. Faktanya, pemerintah sudah melakukan investigasi, perbaikan jalur distribusi, dan bahkan evaluasi vendor agar masalah tidak meluas.

Jadi mari kita tegas: kasus keracunan MBG bukan bukti pemerintah gagal, tapi bukti pemerintah berani terbuka. Kalau mau adil, kritiklah dengan data lengkap, bukan dengan narasi bombastis.