Kunjungan Turun, Pendapatan DTW Tanah Lot 2025 Justru Lampaui Target


  • 71 
  • Thursday, 01 January 2026 
  • Madha

Kunjungan Turun, Pendapatan DTW Tanah Lot 2025 Justru Lampaui Target

Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mencatat capaian yang cukup kontras sepanjang tahun 2025. Di tengah penurunan jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan objek wisata andalan Kabupaten Tabanan ini justru meningkat signifikan dan melampaui target yang telah ditetapkan.

Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, mengungkapkan total kunjungan wisatawan selama 2025 tercatat sekitar 1,4 juta orang. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1,7 juta kunjungan. Namun dari sisi pendapatan, DTW Tanah Lot mencatat kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen.

“Target yang kami pasang tahun lalu sekitar Rp50-an miliar, kemudian tahun ini kami targetkan Rp64 miliar. Realisasinya saat ini mencapai kurang lebih Rp72 miliar,” ujar Toni Wirawan saat ditemui di kawasan Tanah Lot, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh dominasi wisatawan mancanegara (wisman) yang mencapai sekitar 60 persen dari total kunjungan. Selain itu, penyesuaian harga tiket masuk yang dilakukan sebelumnya juga berkontribusi terhadap lonjakan pendapatan.

Adapun wisman yang berkunjung ke Tanah Lot didominasi wisatawan asal India, disusul turis dari China, negara-negara Asia Tenggara, Australia, hingga Eropa.

Toni mengakui, penurunan jumlah kunjungan tidak hanya terjadi di Tanah Lot, tetapi juga dirasakan secara umum di Bali. Sejumlah faktor menjadi bahan evaluasi manajemen, mulai dari isu kemacetan lalu lintas, persoalan sampah dan banjir, hingga kondisi perekonomian masyarakat domestik yang memengaruhi daya beli wisatawan nusantara.

Meski demikian, tren kunjungan mulai menunjukkan peningkatan menjelang akhir tahun. “Sejak 20 Desember kemarin, kunjungan kami sudah mulai naik. Dari rata-rata 3.000–4.000 orang per hari, meningkat menjadi sekitar 4.000 hingga 6.000 orang per hari,” jelasnya.

Menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026, manajemen DTW Tanah Lot juga mengambil langkah tegas dengan melarang perayaan berlebihan di dalam kawasan, khususnya penggunaan kembang api. Kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian setempat untuk menjaga keamanan sekaligus kesucian kawasan.

“Kami melarang penggunaan kembang api. Karena kawasan DTW Tanah Lot merupakan kawasan wisata budaya dan agama, dengan banyak lingkup pura. Jangan sampai hal-hal kecil menimbulkan dampak besar, seperti kebakaran,” tegas Toni.

Dalam kesempatan yang sama, manajemen turut mensosialisasikan rencana kenaikan harga tiket masuk yang akan diberlakukan pada tahun depan. Penyesuaian tarif ini dinilai perlu untuk menutup biaya operasional dan pemeliharaan kawasan yang terus meningkat.

Rencana kenaikan tarif tersebut meliputi tiket domestik anak dari Rp20.000 menjadi Rp25.000, domestik dewasa dari Rp30.000 menjadi Rp40.000, mancanegara anak dari Rp40.000 menjadi Rp60.000, serta mancanegara dewasa dari Rp75.000 menjadi Rp100.000.

Selain penyesuaian harga, manajemen DTW Tanah Lot juga merencanakan penambahan sejumlah spot foto baru. Program tersebut akan dikoordinasikan dengan pengempon pura selaku pemilik dan pengelola aset budaya, guna tetap menjaga nilai sakral kawasan.