LMND Gorontalo: Soeharto Tidak Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan


  • 63 
  • Tuesday, 11 November 2025 
  • Rizan

LMND Gorontalo: Soeharto Tidak Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan

Kota Gorontalo — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Gorontalo melaksanakan aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan terhadap wacana penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Kegiatan tersebut berlangsung serentak di dua titik utama, yakni Bundaran Saronde dan Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, pada Jumat, 7 November 2025.

Dalam penyampaiannya, massa LMND Gorontalo menuntut agar Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyatakan sikap resmi menolak usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Ketua Wilayah LMND Gorontalo, Arya Hanapi, menegaskan bahwa Soeharto tidak memenuhi kriteria moral dan historis untuk dianugerahi gelar tersebut, mengingat rekam jejak pemerintahannya selama 32 tahun dipenuhi dengan praktik represif dan pelanggaran hak asasi manusia.

“Memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto sama saja mengkhianati perjuangan reformasi 1998 dan melukai perasaan para korban kekerasan pada masa itu,” ujar Arya dalam orasinya.

Menurut LMND Gorontalo, masa kekuasaan Soeharto identik dengan pelanggaran HAM dan praktik korupsi yang terstruktur, antara lain tragedi kemanusiaan 1965–1966, peristiwa Tanjung Priok, insiden Trisakti, hingga kerusuhan Mei 1998 yang berujung pada kejatuhan rezim Orde Baru. Selain itu, budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang tumbuh subur pada masa tersebut dinilai telah menimbulkan kerusakan sosial dan moral yang panjang bagi bangsa Indonesia.

Sebagai alternatif, LMND Gorontalo mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Gorontalo memperjuangkan H.B. Jassin sebagai tokoh daerah yang layak diangkat menjadi pahlawan nasional. H.B. Jassin dikenal sebagai sosok intelektual dan budayawan berpengaruh yang berkontribusi besar terhadap perkembangan sastra Indonesia serta membawa nama baik Gorontalo di kancah nasional.


LMND menyerukan agar pemerintah daerah dan masyarakat Gorontalo bersatu dalam menolak upaya glorifikasi terhadap tokoh-tokoh yang memiliki catatan pelanggaran kemanusiaan, sekaligus mendorong penghargaan yang lebih layak bagi figur-figur lokal yang benar-benar berjasa bagi bangsa dan kemanusiaan.

Kontributor : Devian I