LMND Gorontalo Tolak Usulan Soeharto menjadi Pahlawan Nasional


  • 52 
  • Friday, 07 November 2025 
  • Rizan

LMND Gorontalo Tolak Usulan Soeharto menjadi Pahlawan Nasional

Gorontalo ━ Isu wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto kembali menuai perdebatan di berbagai kalangan. Di tengah pro dan kontra yang muncul, sejumlah elemen mahasiswa menolak keras wacana tersebut karena dinilai mengabaikan fakta sejarah kelam masa Orde Baru. Salah satu penolakan datang dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Gorontalo yang menilai bahwa Soeharto tidak pantas disebut pahlawan mengingat banyaknya pelanggaran HAM dan praktik otoritarianisme selama 32 tahun kepemimpinannya.

Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Gorontalo, Arya Hanapi, menilai bahwa Soeharto tidak layak dijadikan pahlawan nasional. Berdasarkan hasil kajian internal LMND Gorontalo, masa kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun justru meninggalkan jejak kelam dalam sejarah bangsa Indonesia. Menurut Arya, berbagai pelanggaran hak asasi manusia, praktik otoritarianisme, serta pembungkaman terhadap kebebasan rakyat menjadi catatan yang tidak bisa dihapus begitu saja dari perjalanan Orde Baru.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah peristiwa besar seperti pembantaian massal tahun 1965–1966 dan tragedi Mei 1998 menjadi bukti nyata adanya penindasan terhadap rakyat di bawah kekuasaan Soeharto. Kedua peristiwa itu, lanjutnya, bukan hanya mencederai kemanusiaan tetapi juga menunjukkan betapa kekuasaan saat itu digunakan untuk mempertahankan stabilitas semu melalui kekerasan dan ketakutan. Bagi LMND, tindakan seperti ini jelas bertolak belakang dengan nilai-nilai yang seharusnya melekat pada seorang pahlawan nasional.

Arya juga menilai bahwa upaya untuk menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional merupakan langkah yang tidak menghormati perjuangan rakyat dan semangat reformasi. Ia menegaskan, reformasi 1998 merupakan momentum penting yang diperjuangkan dengan darah dan air mata mahasiswa untuk mengakhiri rezim yang korup dan represif. Memberikan gelar pahlawan kepada figur yang justru menjadi simbol penindasan rakyat, menurutnya, sama saja mengkhianati perjuangan itu sendiri.

Lebih jauh, LMND Gorontalo menyerukan agar negara tidak melupakan sejarah dan tetap berpihak pada nilai-nilai keadilan serta demokrasi.


Kontributor : Devian