Loading
Sahril Tialo, kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menegaskan bahwa penerapan ideologi perjuangan GMNI harus diwujudkan melalui kehadiran nyata di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, ideologi tidak boleh berhenti pada tataran wacana dan diskusi, melainkan harus dibumikan dalam bentuk aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.
Dalam keterangannya, Sahril menyampaikan bahwa GMNI memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk terus berpihak kepada kaum marhaen. Kehadiran GMNI di tengah masyarakat menjadi bukti komitmen organisasi dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih.
“GMNI harus menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan rakyat. Kita tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Dari rakyat, bersama rakyat, dan untuk rakyat adalah prinsip yang harus terus kita pegang,” tegas Sahril.
Ia juga mendorong seluruh kader GMNI untuk meningkatkan kepekaan sosial, memperkuat solidaritas, serta aktif terlibat dalam berbagai program pengabdian masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun advokasi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk konkret dalam menghidupkan ideologi perjuangan di tengah dinamika persoalan bangsa.
Lebih lanjut, Sahril menekankan bahwa tantangan sosial yang semakin kompleks menuntut peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan. GMNI, kata dia, harus mampu menjadi lokomotif gerakan yang konsisten mengawal kepentingan rakyat dan memperjuangkan cita-cita keadilan sosial sebagaimana amanat ideologi dan konstitusi.
Dengan komitmen tersebut, Sahril berharap GMNI terus memperkuat perannya sebagai organisasi pergerakan yang tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga progresif dalam bertindak, sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.