Loading
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, memaparkan empat langkah prioritas yang akan segera dijalankan untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut difokuskan pada peningkatan efektivitas program di tengah penyesuaian anggaran pemerintah serta upaya memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Nanik menjelaskan bahwa BGN saat ini mengelola anggaran yang tersisa sekitar Rp26,8 triliun setelah adanya efisiensi anggaran pemerintah. Oleh karena itu, seluruh kebijakan yang disiapkan akan diarahkan pada optimalisasi penggunaan anggaran tanpa mengurangi manfaat yang diterima masyarakat.
"Kami akan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif agar program tetap berjalan optimal dan tepat sasaran," ujarnya.
Empat langkah prioritas yang akan ditempuh BGN meliputi refocusing penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan dapur MBG yang telah beroperasi, serta penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pada langkah pertama, BGN akan melakukan penyesuaian sasaran penerima manfaat agar bantuan dapat lebih tepat menyasar kelompok yang paling membutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas distribusi manfaat program.
Selanjutnya, BGN menetapkan moratorium pembangunan dapur baru. Kebijakan ini dilakukan untuk mengutamakan pemanfaatan dan optimalisasi fasilitas yang telah tersedia sebelum melakukan ekspansi infrastruktur lebih lanjut.
Di sisi lain, pembenahan dapur MBG yang sudah beroperasi juga menjadi fokus utama. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas operasional, penguatan tata kelola, serta penyempurnaan sistem distribusi guna memastikan pelayanan berjalan lebih baik dan efisien.
Prioritas keempat adalah penyusunan skema khusus untuk pelaksanaan MBG di wilayah 3T. Mengingat tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur di sejumlah daerah, BGN akan menyiapkan model layanan yang lebih adaptif agar masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat memperoleh manfaat program secara merata.
Melalui empat langkah tersebut, Nanik berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat semakin efektif, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh kelompok sasaran di berbagai daerah Indonesia.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen BGN untuk terus memperkuat tata kelola program, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.