Perkuat Deteksi Dini TBC, Kader Posyandu di Sorong Didorong Lebih Aktif


  • 90 
  • Monday, 12 October 2026 
  • Bara

Perkuat Deteksi Dini TBC, Kader Posyandu di Sorong Didorong Lebih Aktif

SORONG – Penguatan peran kader Posyandu dalam membantu deteksi dini tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Temu Kader Posyandu yang berlangsung di Posyandu Harapan, Kelurahan Remu Selatan, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, (12/10/2026).


Kegiatan asistensi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader dalam mengenali kebutuhan kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong warga agar lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan melalui koordinasi dengan puskesmas dan tenaga kesehatan.


Dalam kegiatan tersebut, turut dilaksanakan pemberian imunisasi, penyaluran bantuan sembako dari Tim Pembina (TP) Posyandu Pusat kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Selain itu, diserahkan tiga unit alat kesehatan kepada TP Posyandu Remu Selatan serta pemberian BMT kepada balita.


Ketua TP Posyandu Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengatakan transformasi Posyandu menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan dasar yang terintegrasi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


Menurutnya, penguatan Posyandu tidak hanya dilakukan melalui kegiatan rutin, tetapi juga membutuhkan dukungan kebijakan, kelembagaan yang baik, peningkatan kompetensi kader, serta kolaborasi lintas sektor.


Ia menyebutkan, Kota Sorong memiliki 304.389 penduduk dengan dukungan 118 Posyandu dan sekitar 1.200 kader. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 Posyandu telah melaksanakan Integrasi Layanan Primer (ILP), sementara empat Posyandu telah memberikan pelayanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).


Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama berkaitan dengan kapasitas sumber daya manusia dan ketersediaan peralatan penunjang pelayanan.


Jemima menegaskan, kader Posyandu memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kemampuan kader perlu dibarengi pendampingan dan koordinasi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.


Sementara itu, Ketua TP Posyandu Provinsi Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambu, menekankan pentingnya keterlibatan kader dalam meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendukung pelayanan dasar di tingkat kampung dan kelurahan.


Ia berharap pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan kader, termasuk melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Kesehatan TP Posyandu Pusat, Suci Restuardy Daud, yang menyampaikan pesan Ketua Umum TP Posyandu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para kader untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, dan kebutuhan mereka dalam menjalankan pelayanan di lapangan.


Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, Posyandu diperkuat untuk mendukung pelayanan enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.


Menurut Suci, kader memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi, menggerakkan partisipasi masyarakat, mengenali kebutuhan warga, serta menghubungkan masyarakat dengan layanan yang dibutuhkan.


Namun, pelaksanaan tugas tersebut tetap memerlukan koordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing.


Khusus dalam upaya deteksi dini TBC, Suci menegaskan bahwa peran masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut.


Ia mengatakan, kader Posyandu dapat membantu masyarakat mengenali gejala yang perlu diperiksakan dan mengarahkan warga untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut melalui puskesmas maupun tenaga kesehatan.


Karena itu, kerja sama antara kader, pemerintah daerah, pemerintah distrik dan kelurahan, serta fasilitas kesehatan perlu terus diperkuat agar upaya deteksi dini dapat berjalan lebih efektif.


Melalui kegiatan asistensi ini, peningkatan kapasitas kader Posyandu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertemuan semata, tetapi berlanjut dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari di tengah masyarakat.


Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, Posyandu diharapkan semakin optimal menjadi penghubung masyarakat dengan pelayanan dasar, termasuk dalam mendukung
deteksi dini TBC di Papua Barat Daya.