Loading
Jakarta – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar pembukaan Mahasabha XIII Tahun 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (8/10). Kegiatan bertema “Penguatan PHDI Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya” dihadiri lebih dari 700 peserta, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta sejumlah tokoh agama dan pejabat negara.
Ketua PHDI, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan membangun kerja sama lintas agama dalam kehidupan berbangsa. Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia perlu menjadi landasan dalam menyikapi perbedaan serta menyelesaikan persoalan secara bersama.
“Pentingnya menjaga toleransi dan kerja sama, sejalan dengan Asta Cita Presiden. Perbedaan posisi, kompetensi, maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan,” ujar Wisnu.
Wisnu turut mendorong penguatan literasi agama dan sosialisasi Kurikulum Cinta untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang damai. Menurutnya, nilai kasih dan persaudaraan perlu terus ditanamkan agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan.
“Mari seluruh umat membantu Menteri Agama dalam menyosialisasikan Kurikulum Cinta. Nilai cinta dan kasih diperlukan untuk mencegah konflik serta membangun kehidupan keagamaan yang lebih sejuk dan damai,” katanya.
Dalam momentum pergantian kepemimpinan PHDI, Wisnu berharap seluruh peserta Mahasabha mengutamakan kebersamaan dan mendukung kepengurusan yang nantinya terpilih. Keberlanjutan organisasi diperlukan agar pembinaan umat dan penguatan kehidupan Hindu dapat berjalan dengan baik.
“Saya harap proses pergantian kepemimpinan PHDI dapat berlangsung secara berkelanjutan dan seluruh pihak mendukung kepemimpinan yang terpilih untuk membawa organisasi dan umat ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa nilai agama dan tanggung jawab bernegara harus berjalan beriringan. Perlindungan negara terhadap kehidupan beragama perlu diimbangi dengan kontribusi umat dalam memperkuat moralitas, kemanusiaan, dan persatuan nasional.
“Negara membutuhkan nilai agama, sementara kehidupan beragama membutuhkan perlindungan negara,” kata Muzani.
Muzani juga menekankan pentingnya memperkuat kesejahteraan umat, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong sebagai wujud kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Kepengurusan PHDI mendatang diharapkan mampu memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan peran umat Hindu dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Mahasabha XIII PHDI berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 sebagai forum musyawarah tertinggi organisasi untuk mengevaluasi pertanggungjawaban kepengurusan, menetapkan kepemimpinan baru, menyusun program kerja, serta merumuskan arah kebijakan organisasi. Pembahasan turut mencakup transformasi kelembagaan, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi umat, dan pemberdayaan generasi muda.