Loading
Pemerintah Inggris memperingatkan seluruh organisasi, baik sektor publik maupun swasta terkait bahaya siber global.
Organisasi diminta untuk segera memeriksa dan memperbaiki sistem teknologi informasi setelah ditemukannya kerentanan keamanan siber kritikal pada bahasa pemrograman PHP yang digunakan oleh sekitar 30 juta situs web di seluruh dunia.
Kerentanan ini pertama kali teridentifikasi melalui bantuan AI. Ancaman ini dinilai sebagai salah satu celah keamanan paling serius, memungkinkan peretas menyisipkan dan menjalankan kode berbahaya pada server secara jarak jauh.
PHP digunakan secara luas, termasuk pada platform toko online, Wikipedia, dan WordPress. Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) dan lembaga terkait di Uni Eropa dan Australia, mendesak pengguna PHP segera menerapkan pembaruan keamanan.
Ancaman tersebut bukan sekadar risiko teknis, melainkan berpotensi menimbulkan pencurian data, akses ilegal ke jaringan internal, hingga pemasangan backdoor yang memungkinkan peretas kembali masuk pada kemudian hari.
Pemerintah Inggris melalui National Cyber Security Center (NCSC) menyatakan, PHP (PHP Hypertext Preprocessor) adalah bahasa skrip sisi server yang banyak digunakan dan dirancang untuk pengembangan web.
PHP berjalan di server web untuk menghasilkan konten halaman dinamis. Berinteraksi dengan basis data dan menangani logika aplikasi backend, sebelum mengirimkan output HTML akhir ke browser pengguna dan produk lain.
PHP telah menerbitkan pembaruan keamanan untuk mengatasi masalah keamanan kritikal yang memungkinkan penyerang mengeksekusi perintah pada server web mana pun yang menjalankan PHP.
Masalah keamanan ini memungkinkan penyerang untuk memicu kondisi kehabisan memori, out-of-memory di PHP yang mengakibatkan kerusakan memori.
Dalam kondisi tertentu, kerusakan ini dapat dieksploitasi untuk eksekusi kode jarak jauh tanpa otentikasi.
Laporan BBC “UK working to identify exposure after global cyber-security warning” (22/10/2026) mengutip Profesor Alan Woodward dari Surrey Centre for Cyber Security bahwa celah keamanan tersebut memengaruhi sekitar 30 juta situs web.
Woodward mengatakan, penyerang dapat memasukkan kode mereka sendiri ke server web lalu menjalankannya dan melakukan apa pun yang mereka inginkan.
Mencuri data, mengakses bagian lain dari jaringan pengguna, bahkan menanam backdoor untuk masuk di waktu kemudian.
Amazon dalam rilis “Amazon Threat Intelligence identifies PHP2Shell exploitation prior to public disclosure in MadPot” (21/10/2026), mengakui bahwa mereka mengidentifikasi upaya eksploitasi PHP2Shell pada 17 Oktober 2026 dalam telemetri MadPot.
Hal ini terjadi empat hari sebelum pengungkapan publik CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619.
Sumber: kompas.com