PMII Lubuklinggau Gelar Aksi Peringatan Hari Lahir Pancasila di DPRD Kota Lubuklinggau


  • 171 
  • Tuesday, 02 June 2026 
  • Dimas

PMII Lubuklinggau Gelar Aksi Peringatan Hari Lahir Pancasila di DPRD Kota Lubuklinggau

“Pancasila Bukan Pajangan: Tagih Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

Lubuklinggau, 2 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, kader-kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Lubuklinggau menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Lubuklinggau. Aksi tersebut mengusung tema "Pancasila Bukan Pajangan: Tagih Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia".

Puluhan kader PMII membawa spanduk, poster, dan bendera organisasi sebagai bentuk seruan moral kepada pemerintah dan para pemangku kebijakan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rio Apandi Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa sila kelima Pancasila, yakni “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi negara. Berbagai persoalan seperti ketimpangan ekonomi, tingginya angka pengangguran, kesenjangan akses pendidikan, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat dinilai masih jauh dari cita-cita keadilan sosial.

“Pancasila bukan sekadar pajangan di dinding kantor pemerintahan. Pancasila harus hadir dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil. Kami hadir hari ini untuk menagih komitmen pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", Tegasnya.

Massa aksi diterima oleh perwakilan DPRD Kota Lubuklinggau yang menyatakan siap menampung dan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pihak terkait. Dialog singkat antara peserta aksi dan perwakilan DPRD berlangsung dengan tertib dan kondusif.

Ketua PMII Kota Lubuklinggau menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi bersama untuk mengembalikan semangat gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

Andres Sayidina selaku Koordinator Lapangan juga menegaskan Sebagai mahasiswa dan agen perubahan, PMII memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal jalannya pemerintahan serta memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila benar-benar menjadi landasan dalam setiap kebijakan publik.

"Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya warisan sejarah, melainkan pedoman hidup bangsa yang harus terus diperjuangkan dan diwujudkan dalam kehidupan nyata", ujarnya.

Dalam aksi tersebut, PMII juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kota Lubuklinggau, di antaranya,pemerataan pembangunan, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, kebersihan lingkungan, Menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap Gerakan masyarakat sipil dan aktivis, dan menjamin keamanan dalam menyampaikan aspirasi, serta keberpihakan terhadap masyarakat kecil yang terdampak kondisi ekonomi saat ini.

Aksi ditutup dengan dialog bersama dan pembacaan serta penandatanganan pernyataan sikap sebagai bentuk harapan agar Indonesia semakin mampu mewujudkan cita-cita keadilan sosial, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali.