Loading
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menuju angka 8 persen.
Saat ini, ekonomi Kepri tercatat sebagai yang tertinggi di wilayah Sumatera. Capaian tersebut didukung oleh keberadaan 32 kawasan industri, 5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan 4 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terus berkembang. Namun demikian, di Kota Tanjungpinang laju investasi dinilai masih lambat karena sektor industri belum tumbuh optimal.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, lanjutnya, berkomitmen memberikan stimulus non-fiskal guna mempermudah investasi dan menekan angka pengangguran. Berbagai capaian positif ekonomi daerah disebut tidak terlepas dari kontribusi nyata Kadin Kepri yang selama ini menjadi mitra aktif pemerintah dalam pembangunan ekonomi.
Selain itu, kawasan Dompak dengan luas 700 hektare dan Senggarang seluas 1.200 hektare diharapkan dapat menjadi magnet investasi baru bagi para pelaku usaha. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya kesiapan lahan yang memadai agar setiap peluang investasi dapat berkembang cepat, tepat, dan terarah.
Diharapkan Kadin dapat terus berperan aktif dalam mengembangkan industri-industri yang tersebar di seluruh wilayah Kepulauan Riau, agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin merata dan berkelanjutan,” ujar Wakil Gubernur.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan Kadin, Kepri optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Indonesia dan menjadi penopang utama pembangunan nasional.