Saingi Sora dan Veo, Meta Bikin Model AI Gambar dan Video Bernama "Mango"


  • 52 
  • Friday, 19 December 2025 
  • Dina

Saingi Sora dan Veo, Meta Bikin Model AI Gambar dan Video Bernama "Mango"

Saingi Sora dan Veo, Meta Bikin Model AI Gambar dan Video Bernama "Mango"

Induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta akan mengembangkan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru yang berfokus pada pengolahan gambar dan video.

Model tersebut akan dijuluki "Mango" dan akan menjadi kompetitor langsung dari Sora milik OpenAI dan Veo buatan Google.

Informasi soal Mango ini disampaikan Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, dalam sesi tanya jawab internal perusahaan bersama Chief Product Officer Meta, Chris Cox, sekitar pekan lalu.

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang mendengar dan datang langsung ke acara pemaparan tersebut, Mango ditargetkan meluncur pada paruh pertama 2026.

Tidak disebutkan secara rinci apa kemampuan utama atau keunggulan Mango dibanding model AI pembuat gambar dan video lainnya yang sudah ada di pasar.

Namun yang jelas, selain Mango, Wang juga kabarnya sempat mengungkapkan rencana Meta soal pengembangan model AI baru lainnya yang dijuluki "Avocado".

Salah satu fokus utama Avocado adalah meningkatkan kemampuan pemrograman atau coding, sejalan dengan kebutuhan pengembang dan perusahaan yang kian bergantung pada AI untuk menulis serta menganalisis kode.

Selain Mango dan Avocado, sesi tanya jawab internal Meta yang dipimpin Wang di atas juga mengungkap bahwa Meta kini tengah melakukan eksplorasi terhadap pengembangan "World Models". 

Ini merupakan model atau sistem AI yang bisa belajar dan memahami lingkungan sekitarnya dengan menyerap informasi visual.

Meta belum mengumbar secara rinci semua langkah dan rencana mereka di atas terkait Mango, Avocado, dan rencana lainnya terkait AI.

Satu hal yang pasti, segala rencana di perusahaan rintisan Mark Zuckerberg tersebut nantinya akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan AI yang lebih kontekstual dan mendekati cara manusia memahami dunia.

Seperti diketahui, Meta sebelumnya melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk fokus mengembangkan layanan dan produk AI mereka di masa depan. 

Salah satu yang dilakukan adalah membentuk divisi baru bernama Meta Superintelligence Labs dan menunjuk Wang sebagai pemimpinnya.

CEO Meta, Mark Zuckerberg bahkan disebut turun langsung melakukan perekrutan, dengan menarik lebih dari 20 peneliti dari OpenAI serta membentuk tim baru berisi lebih dari 50 peneliti, insinyur, dan talenta AI lainnya.

Sumber: kompas.com