Loading
Datangnya musim kemarau yang lebih awal pada tahun 2026 membawa angin segar sekaligus optimisme baru bagi para petani garam di Kota Pasuruan. Percepatan perubahan cuaca ini diharapkan mampu mendongkrak volume produksi komoditas garam lokal secara signifikan.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Muallif Arif, mengungkapkan bahwa aktivitas produksi garam di wilayahnya sudah mulai bergeliat sejak awal Mei 2026. Jadwal ini maju jauh lebih cepat dibandingkan tahun lalu, di mana para petani baru bisa memulai produksi sekitar bulan Juli.
"Kondisi cuaca saat ini diharapkan dapat memperpanjang masa kerja operasional di ladang garam, yang pada akhirnya akan memaksimalkan total hasil panen tahun ini," ujar Muallif.
Langkah memacu produktivitas ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan setelah sektor pergaraman Kota Pasuruan sempat melesu. Berdasarkan data resmi, capaian produksi garam pada tahun 2025 hanya menyentuh angka 4.832 ton, atau merosot sebesar 1.135 ton jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun 2024.
Kendati demikian, prospek tahun ini dinilai jauh lebih cerah. Badan meteorologi memprediksi cuaca kemarau sepanjang tahun 2026 akan cenderung lebih panas dan stabil hingga Oktober mendatang. Karakteristik cuaca seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh petani, karena proses kristalisasi garam di ladang-ladang penjemuran dapat berlangsung jauh lebih cepat dan optimal.
Demi mengejar target tersebut, Pemkot Pasuruan memaksimalkan pemanfaatan lahan tambak garam seluas 107,99 hektare yang tersebar di tiga wilayah kecamatan utama. Pertama, Kecamatan Panggungrejo masih memegang peran sebagai sentra produksi terbesar dengan total luas lahan mencapai 71,32 hektare. Area ini dikelola secara produktif oleh empat Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR). Selanjutnya Kecamatan Bugul Kidul menyumbang area produksi seluas 23,37 hektare yang digarap oleh satu KUGAR. Kemudian, Kecamatan Gadingrejo memiliki lahan produktif seluas 13,3 hektare yang juga dikelola oleh satu KUGAR.
Secara keseluruhan, roda produksi garam di Kota Pasuruan sepanjang musim kemarau tahun ini akan digerakkan oleh enam KUGAR yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi maritim daerah.