Loading
Jakarta - Survei nasional yang dirilis oleh Indonesian National Survey Studies (INSS) pada tahun 2025 mengungkapkan pandangan menarik dari publik terhadap sosok Presiden Soeharto. Dari hasil jajak pendapat tersebut, sebanyak 84 persen responden menyatakan bahwa Soeharto layak diberi gelar Pahlawan Nasional. Angka ini menggambarkan persepsi yang kuat di tengah masyarakat bahwa warisan pembangunan dan stabilitas yang ia tinggalkan memiliki makna besar bagi perjalanan bangsa Indonesia.
Bagi mayoritas publik, jasa besar Soeharto tidak bisa dihapus hanya dengan perdebatan masa lalu. Selama lebih dari tiga dekade kepemimpinannya, Soeharto berhasil membawa Indonesia pada fase penting pembangunan nasional—mulai dari pertanian dan pangan, infrastruktur, pendidikan, hingga stabilitas ekonomi yang menopang kehidupan rakyat. Banyak kebijakan di masa itu yang masih menjadi dasar bagi berbagai program pembangunan modern saat ini.
Survei ini juga menunjukkan pergeseran cara pandang masyarakat terhadap sejarah. Di tengah arus informasi yang sering kali menyoroti sisi negatif masa lalu, masyarakat kini mulai melihat tokoh sejarah secara lebih utuh dan proporsional. Pengakuan atas jasa besar Soeharto dipandang bukan sebagai bentuk penghapusan kesalahan, melainkan bagian dari upaya bangsa untuk menilai sejarah dengan objektivitas dan kedewasaan.
Banyak pihak menilai bahwa penghargaan terhadap Soeharto dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat rekonsiliasi nasional. Dalam konteks sejarah bangsa, setiap pemimpin memiliki sisi terang dan gelap. Namun, bangsa yang besar adalah bangsa yang berani menghormati jasa para pendahulunya tanpa kehilangan kemampuan untuk melakukan refleksi.
Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, jika terwujud, akan menjadi simbol penghormatan terhadap kontribusi nyata seorang tokoh yang telah berperan besar dalam membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat identitas nasional. Langkah ini juga akan mempertegas bahwa Indonesia adalah bangsa yang menghargai pengabdian, bukan bangsa yang terus terjebak pada luka sejarah.
Dengan hasil survei ini, publik tampaknya semakin sepakat bahwa mengenang Soeharto bukan berarti melupakan masa lalu, tetapi mengakui peran pentingnya dalam membentuk pondasi Indonesia modern—sebuah warisan nyata dari jasa besar Soeharto bagi generasi bangsa.