Loading
Banda Aceh, 28 April 2026 – Kasus dugaan kekerasan terhadap balita di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Khalifa 3 Lamgugob, Kota Banda Aceh menghebohkan publik setelah video aksi tersebut viral di media sosial. Peristiwa ini diduga terjadi di daycare Little Aresha, yang kini menjadi sorotan luas masyarakat.Kasus dugaan kekerasan terhadap balita di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Banda Aceh menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial. Peristiwa ini diduga terjadi di Little Aresha, di mana seorang pengasuh terekam melakukan tindakan yang dinilai tidak pantas terhadap anak yang berada dalam pengawasannya. Video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kemarahan masyarakat karena dianggap membahayakan keselamatan serta kondisi psikologis korban yang masih berusia sangat muda.Menanggapi kejadian tersebut, aparat kepolisian di Banda Aceh langsung bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, termasuk pengasuh yang diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, lokasi daycare juga telah diperiksa untuk mengumpulkan bukti dan memastikan kronologi kejadian secara utuh. Penanganan kasus ini dilakukan secara serius mengingat menyangkut perlindungan anak.Dalam perkembangan kasus, tidak hanya pengasuh yang menjadi sorotan, tetapi juga pihak pengelola daycare. Nama Anita Palupy Indahsari disebut sebagai pengelola atau kepala daycare yang turut menjadi perhatian publik. Ia diduga memiliki keterkaitan dalam sistem pengawasan di tempat tersebut. Bahkan, muncul dugaan bahwa pihak yayasan yang menaungi daycare juga ikut terseret, dengan indikasi adanya pembiaran atau peran dalam terjadinya tindakan tersebut.Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan dan pihak kepolisian mendalami kemungkinan adanya pelanggaran serius terhadap undang-undang perlindungan anak. Status hukum para pihak yang terlibat masih dalam tahap penyelidikan dan dapat berkembang sesuai hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini pun memicu reaksi keras dari masyarakat, khususnya para orang tua, yang mendesak agar pelaku dihukum berat serta meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap operasional daycare.Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan ketat terhadap lembaga penitipan anak, baik dari sisi manajemen maupun tenaga pengasuh. Selain itu, kasus ini juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan pihak terkait untuk memperkuat sistem perlindungan anak agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.