Desakan Copot Gubernur BI, Pemprov Jatim Akhirnya Buka Suara


  • 84 
  • Saturday, 13 June 2026 
  • Dian

Desakan Copot Gubernur BI, Pemprov Jatim Akhirnya Buka Suara

Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Rabu (10/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Sejak pagi, ratusan mahasiswa menyuarakan kritik terhadap kebijakan moneter yang dianggap belum mampu menjaga stabilitas mata uang nasional. Mereka menilai kondisi nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian masyarakat.Situasi sempat memanas ketika massa aksi membakar ban di depan kantor BI. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena tuntutan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Bank Indonesia tidak kunjung dipenuhi. Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi bergerak cepat memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sehingga situasi kembali terkendali.

Koordinator Lapangan aksi, Muhammad Ivan Akiedozawa, dalam orasinya menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menghadapi ancaman krisis ekonomi yang perlu diantisipasi secara serius. Menurutnya, berbagai kebijakan yang membutuhkan anggaran besar harus diimbangi dengan strategi ekonomi yang matang agar tidak menimbulkan efek domino terhadap stabilitas nasional.“Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan bangsa. Bank Indonesia harus menjadi benteng utama pertahanan ekonomi nasional, bukan hanya menjadi penonton ketika nilai rupiah terus melemah,” tegasnya di hadapan peserta aksi.

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan utama, yakni mendesak Bank Indonesia membuka peta jalan penyelamatan rupiah secara transparan, meminta DPR melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BI, memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, mendorong reformasi kelembagaan BI, meminta seluruh pejabat BI meningkatkan kinerja dalam menjaga stabilitas rupiah, mendesak pencopotan Gubernur BI beserta jajarannya, serta meminta Kepala Perwakilan BI Jawa Timur melakukan sumpah mubahalah sebagai bentuk pembuktian integritas.Ketegangan kembali terjadi ketika perwakilan BI yang menemui massa menyatakan kesediaannya untuk mengucapkan sumpah mubahalah, namun meminta mahasiswa melakukan hal yang sama. Permintaan tersebut ditolak oleh massa aksi yang kembali mendesak kehadiran Gubernur BI dan mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons yang memadai.

Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan menghormati penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa selama berlangsung secara damai dan sesuai ketentuan hukum. Pemprov menilai kritik dan masukan dari kalangan akademisi maupun mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas daerah di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Selain itu, Pemprov berharap komunikasi antara mahasiswa, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus dibangun secara terbuka guna menghasilkan solusi yang konstruktif bagi stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.

Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menilai pelemahan rupiah yang terjadi tidak hanya terhadap dolar AS, tetapi juga sejumlah mata uang lainnya, sehingga memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas dan kredibilitas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Hingga aksi berakhir, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Sementara itu, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal isu stabilitas rupiah melalui berbagai langkah lanjutan apabila tuntutan mereka belum mendapatkan tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait.