Jelang Hari Sumpah Pemuda, KNPI dan PMKRI Soroti Pendidikan hingga Persoalan Miras


  • 84 
  • Monday, 26 October 2026 
  • Bara

Jelang Hari Sumpah Pemuda, KNPI dan PMKRI Soroti Pendidikan hingga Persoalan Miras

SORONG – Peningkatan kualitas diri, penguatan organisasi kepemudaan, dan penanganan persoalan sosial menjadi perhatian dalam kegiatan Ruang Dialektika Pemuda yang diselenggarakan PMKRI Cabang Aimas Sta. Monika pada Minggu (25/10/2026).

Diskusi bertema “Nasib Pemuda Papua Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut membahas kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Pembahasan mencakup pendidikan, keterampilan, persatuan, serta perhatian terhadap konsumsi minuman keras di kalangan pemuda.

Ketua KNPI Kota Sorong periode 2025–2028, John H. Manibela, menekankan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda perlu dimaknai melalui perubahan nyata yang dimulai dari diri sendiri.

Pemuda perlu membangun pola pikir yang baik, meningkatkan keterampilan, terus belajar, serta memperluas jaringan dengan berbagai kalangan, termasuk orang-orang yang memiliki pengalaman. Identitas sebagai generasi muda perlu diimbangi dengan kemampuan dan kesiapan untuk bersaing serta memberikan kontribusi.

John juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan meningkatkan kapasitas diri, pemuda diharapkan mampu mengambil bagian dalam pembangunan Tanah Papua dan berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045.

Pendidikan dan konsolidasi organisasi kepemudaan

Ketua Presidium PMKRI Cabang Aimas Sta. Monika periode 2025–2027, Silvester Mate, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilandasi kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemuda menghadapi masa depan. Dukungan pemerintah juga diperlukan agar generasi muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mengambil peran dalam pembangunan.

Silvester turut menyoroti pentingnya konsolidasi antarkelompok mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan bersama serta mendorong penyampaian aspirasi pemuda secara terarah.

Selain pendidikan dan penguatan organisasi, Silvester mengangkat konsumsi minuman keras di kalangan pemuda sebagai persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian. Upaya pencegahan dan penanganan dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan aparat kepolisian.

Ia juga mengusulkan agar kemungkinan langkah regulatif di tingkat daerah dibahas sebagai bagian dari upaya menangani persoalan tersebut. Langkah itu perlu disertai upaya pencegahan dan keterlibatan masyarakat agar penanganan persoalan sosial dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Pemuda diharapkan hadir dengan solusi

Persoalan yang dihadapi generasi muda membutuhkan keterlibatan organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Organisasi pemuda diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kemampuan, memperkuat solidaritas, dan melahirkan gagasan yang bermanfaat.

Menjelang Hari Sumpah Pemuda, diskusi tersebut menjadi pengingat bahwa persiapan menuju Indonesia Emas 2045 perlu dimulai melalui langkah nyata, mulai dari peningkatan kualitas diri hingga kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Generasi muda Papua diharapkan mampu menjaga persatuan, mengembangkan potensi, dan mengambil peran aktif dalam menjawab persoalan di daerahnya agar dapat berkontribusi bagi masa depan Tanah Papua dan Indonesia.