Kesiapan MBG Tetap Berjalan, Kepala SPPG Yayasan Cahaya Permai Tegaskan Pelayanan Tidak Terganggu


  • 84 
  • Sunday, 07 June 2026 
  • Glend

Kesiapan MBG Tetap Berjalan, Kepala SPPG Yayasan Cahaya Permai Tegaskan Pelayanan Tidak Terganggu

Jawa Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Cahaya Permai tetap berjalan sesuai rencana meskipun publik saat ini dihebohkan oleh pemberitaan mengenai dugaan kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Pemerintah pusat telah menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berjalan tidak akan menghentikan pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Kepala SPPG Yayasan Cahaya Permai, Dian Aflia Permatasari, S.Pd, menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengelola dapur MBG tetap berkomitmen menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai standar operasional yang telah ditetapkan. Menurutnya, isu yang berkembang terkait dugaan korupsi di tingkat pusat tidak boleh memengaruhi kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat di daerah.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat terus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Dian Aflia Permatasari menjelaskan bahwa pemberitaan mengenai dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala BGN memang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun demikian, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mendukung keberlangsungan program MBG karena manfaatnya telah dirasakan secara langsung oleh para penerima manfaat.

Ia menilai bahwa proses penegakan hukum harus dihormati dan diserahkan kepada aparat yang berwenang, sementara pelaksanaan program di lapangan harus tetap berjalan demi menjaga kesinambungan pelayanan gizi bagi masyarakat.

Terkait dampak terhadap sejumlah dapur MBG di Jawa Timur yang sempat menjadi perhatian publik akibat adanya evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat pasca munculnya kasus tersebut, Dian menyatakan bahwa kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, transparansi, dan pengawasan program di seluruh Indonesia.

Ia berharap kejadian yang terjadi di tingkat pusat dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengelola MBG agar senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta akuntabilitas dalam menjalankan program. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus terjaga dan tujuan besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat tercapai secara optimal.