Ketua KOPRI PC Lubuk Linggau Soroti Pelaksanaan Pelatihan Militer bagi Calon Manajer KDKMP


  • 63 
  • Wednesday, 01 July 2026 
  • Dimas

Ketua KOPRI PC Lubuk Linggau Soroti Pelaksanaan Pelatihan Militer bagi Calon Manajer KDKMP

Lubuk Linggau – Ketua KOPRI PC Lubuk Linggau, Nabila Nurul Afifah, menyoroti pelaksanaan pelatihan militer yang diikuti oleh calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dievaluasi karena dinilai kurang selaras dengan kompetensi utama yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.
Nabila mengatakan bahwa pada dasarnya program KDKMP merupakan kebijakan yang patut diapresiasi. Program tersebut memiliki tujuan yang baik, yakni menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat perekonomian masyarakat, serta mendorong tumbuhnya koperasi sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Namun demikian, ia mempertanyakan relevansi pelaksanaan pelatihan militer bagi para calon manajer KDKMP. Menurutnya, seorang manajer koperasi lebih membutuhkan penguatan kapasitas di bidang manajemen dan kewirausahaan dibandingkan pembinaan yang berorientasi pada aspek kemiliteran.
"Program KDKMP ini pada dasarnya sangat baik karena mampu membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat ekonomi masyarakat. Namun, saya mempertanyakan relevansi pelatihan militer bagi calon manajer koperasi. Tugas mereka adalah mengelola koperasi secara profesional, bukan menjalankan fungsi kemiliteran," ujar Nabila.
Ia menilai pembekalan yang lebih tepat bagi calon manajer koperasi adalah pelatihan mengenai manajemen keuangan, tata kelola koperasi, pelayanan kepada masyarakat, kepemimpinan organisasi, pengembangan usaha, serta penguatan kemampuan kewirausahaan. Kompetensi tersebut dinilai lebih relevan untuk mendukung keberhasilan KDKMP dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Nabila juga mengingatkan agar pemerintah memperhatikan efektivitas dan relevansi materi pelatihan yang diberikan. Menurutnya, pembinaan terhadap calon pengelola koperasi harus disusun berdasarkan kebutuhan jabatan sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dan siap mengembangkan koperasi secara berkelanjutan.
"Kami mendukung penuh tujuan pemerintah dalam membangun ekonomi masyarakat melalui KDKMP. Namun, model pembinaan yang diberikan kepada calon manajer sebaiknya difokuskan pada peningkatan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dalam mengelola koperasi. Dengan demikian, tujuan program akan lebih mudah tercapai dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tutup Nabila.