Loading
Pangkalpinang - Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang melaporkan adanya peningkatan kasus penyakit di wilayahnya, khususnya flu, demam, dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Tri Wahyuni, menyampaikan bahwa lonjakan kasus ini terjadi seiring dengan perubahan cuaca yang tidak menentu.
"Peningkatan kasus flu dan demam terjadi karena virus penyebabnya mudah menyebar di musim pancaroba seperti saat ini," jelas dr. Tri Wahyuni saat ditemui di kantornya, Minggu (16/2/2025).
Berdasarkan data Dinkes Pangkalpinang, kasus DBD sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 278 kasus yang tersebar di 39 kelurahan. Angka Insidence Rate mencapai 115 per 100.000 penduduk, sementara Case Fatality Rate berada pada angka 1,84 per 100.000 penduduk.
dr. Tri Wahyuni mengungkapkan bahwa tingginya angka penderita DBD disebabkan oleh beberapa faktor, terutama mobilitas penduduk yang tinggi dan kondisi cuaca yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Pihaknya kini tengah berupaya keras untuk menekan jumlah penderita agar tidak terjadi lonjakan kasus DBD di tahun ini.
"Kami menghimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala sakit. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya komplikasi, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan," tegas dr. Tri Wahyuni.
Dinkes Pangkalpinang juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif mencegah penyebaran penyakit. Langkah ini dianggap krusial mengingat faktor cuaca, mobilitas tinggi, dan kondisi lingkungan menjadi pemicu utama meningkatnya jumlah warga yang terkena penyakit.
Masyarakat diharapkan dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta rutin membersihkan lingkungan sekitar untuk memutus rantai penyebaran penyakit, baik flu maupun DBD.