Loading
Kabupaten Pidie Jaya — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) komunal bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Program ini menjadi bagian penting dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang menyasar ratusan kepala keluarga.
Pelaksana Harian Kepala BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan huntap telah disampaikan kepada Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi sebagai langkah konkret penanganan pascabencana. “Total penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 752 kepala keluarga yang tersebar di beberapa lokasi,” ujarnya.
Pembangunan huntap difokuskan di dua wilayah utama, yakni Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Meurah Dua. Di Kecamatan Meureudu, sebagian lokasi seperti Gampong Pohroh dan Geulumpang Tutong telah relatif siap karena berada di atas lahan milik pemerintah daerah. Sementara itu, beberapa titik lain masih menghadapi kendala karena berada di lahan milik masyarakat yang belum melalui proses pengukuran dan pembebasan.
Di Kecamatan Meurah Dua, seluruh lokasi pembangunan masih berada pada tahap awal perencanaan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa proses legalitas lahan menjadi tantangan utama, mengingat sebagian besar lahan yang direncanakan merupakan milik pribadi warga.
Meski demikian, Pemkab Pidie Jaya tetap optimistis. Konsep huntap komunal dirancang sebagai solusi relokasi terpusat yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dari risiko bencana di masa depan serta kesesuaian dengan tata ruang wilayah.
“Kami memastikan pembangunan ini selaras dengan blueprint rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tambah Okta.
Untuk mendukung kelancaran program, pemerintah daerah juga menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah pusat melalui Pos Komando Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh. Dukungan yang diharapkan meliputi pendanaan, teknis pembangunan, hingga percepatan proses administrasi.
Keberhasilan pembangunan huntap ini sangat bergantung pada kesiapan lahan, kejelasan data penerima manfaat, serta dukungan masyarakat dalam proses relokasi. Pemerintah berharap seluruh pihak dapat berkolaborasi agar program ini segera terealisasi dan mampu memulihkan kehidupan masyarakat terdampak secara berkelanjutan.