Rayakan Anniversary ke-3, Ruang Eskalasi Papua Ajak Warga Tukar Sampah dengan Barang Layak Pakai


  • 103 
  • Sunday, 11 October 2026 
  • Bara

Rayakan Anniversary ke-3, Ruang Eskalasi Papua Ajak Warga Tukar Sampah dengan Barang Layak Pakai

SORONG – Ada cara berbeda yang dilakukan Ruang Eskalasi Papua dalam merayakan hari jadinya yang ketiga. Melalui kegiatan “Sampah Jadi Berkah”, komunitas ini mengajak masyarakat menukarkan sampah dengan barang layak pakai di Engineering Coffee, (10/10/2026).


Kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan ulang tahun komunitas, tetapi juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sampah yang biasanya dibuang begitu saja dapat dikumpulkan dan dipilah untuk kemudian disalurkan kepada pihak yang mengelolanya.


Founder & CEO Yayasan Ruang Eskalasi Mandiri, Ghaida Gusri Nisa, mengatakan kegiatan tersebut sebelumnya lebih banyak dilakukan di kampung-kampung. Warga diajak membersihkan lingkungan, mengumpulkan sampah, lalu menukarkannya dengan barang-barang yang masih layak digunakan.


“Konsepnya, warga mengumpulkan sampah sekaligus membersihkan lingkungan kampung, kemudian sampah tersebut ditukar dengan barang-barang layak pakai yang sudah kami kumpulkan sebelumnya,” jelas Ghaida.


Hingga pelaksanaan kali ini, program Sampah Jadi Berkah telah digelar sebanyak lima kali. Empat kegiatan sebelumnya berlangsung di tiga kampung berbeda dengan melibatkan warga secara langsung.


Pada kegiatan kali ini, Ruang Eskalasi Papua membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Sampah yang diterima berupa plastik, kardus, kertas, dan kaleng. Peserta yang membawa minimal 10 item sampah dapat menukarkannya dengan barang layak pakai sesuai ketentuan panitia.


Kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan 3rd Anniversary of Ruang Eskalasi ini juga diisi dengan gelar wicara, permainan, hadiah undian, pohon harapan, dan stan foto. Engineering Coffee menjadi mitra tempat pelaksanaan, sedangkan Bank Sampah Sorong Raya menerima sampah yang dikumpulkan peserta.


Kenalkan Pengelolaan Sampah kepada Anak-Anak


Kepedulian Ruang Eskalasi Papua terhadap lingkungan juga dibangun melalui kegiatan pendidikan bagi anak-anak. Program ini berkembang dari Jumat Berkah, yang pada awalnya berfokus pada pembagian makanan kepada masyarakat.


Dalam perjalanannya, kegiatan tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan ruang belajar bagi anak-anak di kampung. Selain belajar membaca dan menulis, mereka dikenalkan pada warna serta jenis sampah agar lebih mudah memahami cara memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.


Ghaida menjelaskan, kegiatan pembinaan yang sebelumnya berlangsung di SP 3 kini dipusatkan di wilayah Kokoda Kilometer 8. Anak-anak binaan Ruang Eskalasi Papua juga dijadwalkan tampil dalam rangkaian perayaan ulang tahun ketiga komunitas tersebut.


Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar, tetapi juga terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.


Engineering Coffee Sisihkan 2 Persen Penjualan untuk Donasi


Dukungan terhadap kegiatan Sampah Jadi Berkah juga datang dari Engineering Coffee. Bagi kedai kopi tersebut, keterlibatan dalam kegiatan komunitas merupakan bagian dari semangat yang mereka bawa melalui slogan “Lebih dari Sekadar Ngopi”.


Head Manager Engineering Coffee, Arahmat, mengatakan pihaknya ingin menjadikan Engineering Coffee sebagai tempat berkumpul bagi komunitas, termasuk untuk menjalankan kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat.


“Kenapa kami bersedia berkolaborasi? Karena Engineering Coffee punya slogan ‘Lebih dari Sekadar Ngopi’. Salah satunya, kami ingin menjadi titik kumpul bagi komunitas yang bisa bersama-sama mengikuti kegiatan sosial,” ungkap Arahmat.


Selain mendukung kegiatan komunitas, Engineering Coffee juga memiliki program donasi bulanan. Sebanyak 2 persen dari setiap pembelian satu cangkir kopi dialokasikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.


Bantuan tersebut disalurkan kepada sejumlah penerima manfaat, mulai dari masyarakat yang membutuhkan di jalanan hingga kelompok lanjut usia dan panti asuhan Kristen maupun Muslim.


Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana tempat usaha dapat ikut mengambil bagian dalam kegiatan sosial, bukan hanya melalui donasi, tetapi juga dengan menyediakan ruang bagi komunitas untuk bergerak bersama.


Berharap Semakin Banyak Anak Muda Terlibat


Memasuki tahun ketiga perjalanannya, Ghaida berharap Ruang Eskalasi Papua dapat mendorong lebih banyak anak muda di Papua untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kerelawanan.


Menurutnya, gerakan kerelawanan anak muda telah berkembang di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Ia berharap semangat serupa semakin tumbuh di Papua, sehingga anak muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.


Melalui Sampah Jadi Berkah, kegiatan pendidikan bagi anak-anak, serta kerja sama dengan berbagai pihak, Ruang Eskalasi Papua terus berupaya memperluas jangkauan kegiatannya.


Bagi komunitas ini, perayaan ulang tahun ketiga bukan hanya tentang bertambahnya usia, melainkan juga kesempatan untuk mengajak lebih banyak orang terlibat dalam gerakan sosial. Dari mengumpulkan sampah hingga mendampingi anak-anak belajar, langkah-langkah sederhana diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di Sorong.