Loading
Bandung, 19 April 2025 – Pemerintah dan masyarakat terus menggelorakan semangat Pancasila sebagai jiwa dalam setiap proses pembangunan nasional. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam lima sila Pancasila dijadikan pedoman dalam membangun negeri yang adil, makmur, dan beradab.
Dalam acara “Forum Pembangunan Nasional Berbasis Pancasila” yang digelar di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dr. Ratna Pramudita, menegaskan bahwa pembangunan yang tidak berakar pada nilai Pancasila akan kehilangan arah dan jati diri bangsa.
“Pembangunan bukan sekadar membangun gedung atau jalan. Lebih dari itu, kita sedang membangun peradaban bangsa. Dan semangat Pancasila adalah jiwa dari pembangunan itu,” tegasnya di hadapan para akademisi dan tokoh masyarakat.
Dalam forum tersebut, dijelaskan bahwa setiap sila memiliki peran penting dalam pembangunan. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mendorong pembangunan yang menghormati nilai-nilai spiritual. Sila kedua dan ketiga menanamkan semangat kemanusiaan dan persatuan, sedangkan sila keempat dan kelima menekankan pentingnya demokrasi serta keadilan sosial dalam proses pembangunan.
Di berbagai daerah, semangat Pancasila tercermin dalam program pembangunan berbasis gotong royong dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya di Kabupaten Sleman, di mana pembangunan infrastruktur desa dilakukan secara partisipatif, dengan melibatkan warga dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.
“Warga dilibatkan sejak awal. Kita bahu membahu membangun desa, sesuai semangat gotong royong yang merupakan warisan Pancasila,” ujar Lurah Desa Condongcatur, Sri Wulandari.
Pemerintah juga mengedepankan pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, kesetaraan gender, dan pendidikan karakter. Program-program ini disesuaikan dengan semangat Pancasila untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas, mandiri, dan berbudaya.
Dengan terus menanamkan semangat Pancasila dalam setiap langkah pembangunan, Indonesia diharapkan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga secara moral dan spiritual.