Loading
Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh
Bersama Rakyat (GEBRAK), menegaskan komitmennya dalam memperkuat persatuan
serta mendorong kerja kolektif lintas elemen masyarakat. Komitmen tersebut
diwujudkan melalui upaya membangun sikap politik yang berlandaskan prinsip
keadilan sosial, sekaligus mengangkat berbagai isu strategis lintas sektor,
mulai dari ketenagakerjaan hingga perlindungan lingkungan hidup.
Dalam momentum peringatan May Day 2026, WALHI turut
berperan aktif dengan menyuarakan aspirasi dan perjuangan kaum buruh, khususnya
dalam memperjuangkan pemenuhan hak-hak kesejahteraan serta terwujudnya
kehidupan yang layak dan bermartabat bagi para pekerja.
WALHI secara konsisten menyampaikan kritik
terhadap implementasi sejumlah kebijakan yang dinilai belum tepat sasaran, baik
yang berdampak pada aspek ekologis maupun terhadap kehidupan masyarakat secara
luas. WALHI menekankan pentingnya arah kebijakan publik yang benar-benar
berpihak pada kepentingan rakyat serta menjamin keberlanjutan lingkungan.
Sandi
Pulungan, Staf Penggalangan Dukungan Publik WALHI, menyampaikan bahwa bersama
GEBRAK, WALHI telah menyatakan penolakan terhadap kebijakan omnibus law yang
dinilai berpotensi merugikan berbagai sektor. Ke depan, WALHI menegaskan akan
tetap bersikap tegas dan vokal dalam mengkritisi serta menolak setiap kebijakan
yang tidak sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan, kepentingan rakyat,
serta peningkatan kesejahteraan petani dan buruh. Ia juga menilai bahwa
pergantian rezim pemerintahan belum sepenuhnya menghadirkan kebijakan yang
berpihak pada rakyat. Saat ini, aliansi buruh masih terus mengawal proses
revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan.