Loading
SORONG – Kemampuan siswa memahami bacaan dan menyelesaikan persoalan matematika menjadi perhatian dalam persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2027 di Papua Barat Daya. Sebanyak 24 guru dari lima kabupaten dan satu kota dilibatkan untuk menyusun soal daerah bagi siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP.
Proses penyusunan dan penjaminan mutu soal tersebut dimulai melalui kegiatan Penulisan dan Penjaminan Mutu (PJM) Soal Daerah TKA yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Barat Daya di Hotel Kryad, Kota Sorong, (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, hingga 23 Oktober 2026, dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, melalui penabuhan tifa.
Di balik penyusunan soal tersebut, terdapat tanggung jawab untuk memastikan instrumen evaluasi yang digunakan mampu menggambarkan kemampuan akademik peserta didik secara tepat. Karena itu, kualitas soal, kesesuaian dengan kompetensi yang diukur, serta kerahasiaan materi menjadi perhatian utama selama proses berlangsung.
Adolof Kambuaya mengatakan, TKA merupakan bagian dari program nasional untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan akademik siswa, terutama dalam aspek literasi dan numerasi.
“Melalui Tes Kemampuan Akademik ini, kita akan mengetahui kemampuan anak-anak kita, terutama dari aspek literasi dan numerasi,” ujarnya.
Menurut Adolof, guru yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut telah melalui proses seleksi dan dipercaya untuk menyusun soal bagi peserta didik di Papua Barat Daya. Ia meminta para peserta melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, serta menjaga integritas dan kerahasiaan soal.
Ia juga menekankan agar soal yang disusun relevan, berbasis kaidah ilmiah, dan sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Pujianto, menjelaskan bahwa 24 guru tersebut berasal dari lima kabupaten dan satu kota di Papua Barat Daya. Setiap daerah mengirimkan empat guru untuk mengikuti proses penyusunan dan penjaminan mutu.
Para guru bertugas menyusun soal Matematika dan Bahasa Indonesia untuk jenjang SD serta Matematika dan Bahasa Indonesia untuk jenjang SMP.
Pujianto menegaskan, hasil utama kegiatan tersebut adalah tersusunnya soal daerah yang akan digunakan dalam pelaksanaan TKA bagi siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP pada 2027.
Proses penyusunan turut melibatkan fasilitator pusat, penanggung jawab penjaminan mutu, serta admin dari kabupaten dan kota. Selama kegiatan, peserta menyamakan persepsi mengenai penyusunan soal berdasarkan kisi-kisi dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan soal memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Sebagai bagian dari komitmen pelaksanaan tugas, perwakilan guru juga membacakan pakta integritas pada pembukaan kegiatan. Pakta tersebut menjadi penegasan komitmen peserta untuk menjaga profesionalisme dan kerahasiaan soal selama proses penyusunan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Disdikbud Papua Barat Daya menyiapkan instrumen TKA daerah untuk pelaksanaan 2027 dengan menitikberatkan pada kualitas soal yang terstandar, sahih, andal, dan relevan dengan capaian
kompetensi peserta didik. (*)