Loading
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Daerah Kepulauan Riau melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Batam untuk menuntut adanya evaluasi 100 hari kinerja Prabowo Gibran pada Rabu, 05 Februari 2025.
Beberapa tuntutan aksi ini dilakukan seperti evaluasi agraria, makan bergizi gratis (MBG), kriminalisasi rakyat kontra PSN Rempang, dan adanya konflik Rempang yang masih belum selesai.
Aksi ini diikuti oleh beberapa kampus di Kota Batam yaitu Universitas Riau Kepulauan, Universitas Putera Batam, Politeknik Negeri Batam, Universitas Ibnu Sina, Institut Indobaru Nasional, dan STAI Ibnu Sina.
Dalam aksi juga hadir Respadi Hadinata sebagaI Koordinator Wilayah BEM SI sekaligus sebagai Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Batam. Koordinator Umum Aksi, Muryadi Aguspriawan, menyampaikan bahwa terdapat beberapa masalah yang belum diselesaikan dengan baik di Kepulauan Riau khususnya Rempang dan perlunya percepatan program MBG.
Untuk informasi, permasalahan Rempang menjadi fokus utama permasalahan di Kepulauan Riau sejak beberapa waktu terakhir karena adanya konflik antara pemerintah dan masyarakat adat yang menolak untuk pembangunan PSN Rempang Eco City.
Pemerintah Kota Batam melalui Anwar Anas (Anggota DPRD Kota Batam) memberikan kesempatan audiensi kepada mahasiswa dan menyebutkan bahwa tuntutan aksi akan segera ditindaklanjuti ke tingkat yang lebih tinggi dan bersedia memfasilitasi rekomendasi yang diberikan oleh mahasiswa berdasarkan kajian komprehensif.
Mahasiswa berharap Pemerintah dapat hadir di PSN Rempang Eco City dan mempercepat pemberian Makan Bergizi Gratis. Setelah melaksanakan audiensi, mahasiswa meninggalkan lokasi aksi di Gedung DPRD Kota Batam setelah berhasil masuk dan melakukan audiensi.