Loading
Mataram NTB - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (BEM UMMAT) menggelar Seminar Kebangsaan bertema “Peran Legislatif DPD RI dalam Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah” pada Sabtu (22/2/2024) di ruang pertemuan Rektor UMMAT. Kegiatan ini menghadirkan Ketua BEM UMMAT Supriadin, anggota DPD RI Dapil NTB Mirah Midadan Fahmi, serta Wakil Rektor 3 UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd, sebagai narasumber.
Ketua BEM UMMAT, Supriadin, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan dan pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia menyebut bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki wawasan luas, sikap kritis, dan solusi dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.
“Forum seminar ini dapat menjadi wadah diskusi yang produktif dan inspiratif bagi kita semua. Dengan kehadiran narasumber seperti Ibu Mirah Midadan Fahmi, kita dapat memperoleh wawasan baru serta bertukar gagasan mengenai kebijakan pembangunan daerah,” ujar Supriadin.
Mirah Midadan Fahmi dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pemuda NTB memiliki potensi besar dalam pembangunan daerah, dengan 61,18% aktif bekerja. Namun, ia juga menggarisbawahi rendahnya angka partisipasi pendidikan pemuda NTB yang hanya mencapai 15,18%, sedikit di bawah rata-rata nasional. Hal ini menurutnya menjadi tantangan yang harus diatasi, termasuk oleh mahasiswa.
Sementara itu, Dr. Erwin, M.Pd, menyampaikan bahwa seminar kebangsaan ini merupakan ajang penting bagi mahasiswa untuk memahami tantangan zaman serta dinamika sosial. Ia mendorong mahasiswa untuk menerapkan keahlian mereka dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Pemberdayaan masyarakat yang berbasis keterampilan lokal dapat meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat serta memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebijakan tata ruang,” pungkasnya.
Dengan adanya seminar ini, mahasiswa diharapkan lebih memahami mekanisme kerja DPD RI serta peran strategisnya dalam pembangunan daerah. Selain itu, seminar ini juga menjadi ajang diskusi untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah.