Loading
Pertumbuhan ekonomi di Tanah Papua terus menunjukkan tren positif, menempatkannya pada peringkat ketiga tertinggi di wilayah Indonesia timur dan ke-15 secara nasional. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Faturachman, menjelaskan bahwa kemajuan ini didukung oleh optimisme masyarakat, realisasi investasi yang meningkat, serta penguatan sektor keuangan melalui pertumbuhan kredit perbankan yang signifikan.
Selain itu, inflasi di Papua tetap terkendali, dengan angka tahunan mendekati target nasional sebesar 2,5 persen. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah aktif menggelar program seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, dan kerja sama antardaerah untuk menstabilkan harga pangan. Hingga kini, Papua berhasil mempertahankan posisi sebagai salah satu daerah dengan inflasi terendah di Indonesia, mencatat angka 1,47 persen pada pertengahan 2024.
Namun, tantangan tetap ada. Proyeksi penurunan produksi tambang hingga 4,5 persen pada 2025 memerlukan langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, pengembangan sektor non-tambang seperti UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi prioritas. Pemerintah Papua juga terus memperkuat sinergi lintas sektoral, memastikan ketersediaan pasokan pangan, dan mempercepat digitalisasi ekonomi sebagai bagian dari upaya menuju pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Papua, Setyo Wahyudi, menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga yang telah memberikan dampak nyata. "Kerja sama ini telah membuahkan hasil positif, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Dengan dukungan program yang terintegrasi, Papua diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mempercepat transformasi menuju "Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera." Hal ini selaras dengan visi Indonesia Maju yang menempatkan inklusivitas dan keberlanjutan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi.