Loading
KOTA SORONG — Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Klasis Kota Sorong meneguhkan komitmen untuk terus membawa pesan damai, memperkuat persaudaraan, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 melalui ibadah syukur di Kota Sorong, Minggu (18/10/2026).
Ketua Badan Pekerja Daerah (BPD) GPDP Provinsi Papua Barat Daya, Pendeta Julianus Frenki Mirino, mengatakan bahwa perjalanan 52 tahun GPDP merupakan bukti penyertaan Tuhan yang menguatkan gereja dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan.
Menurutnya, momentum peringatan HUT tersebut tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas perjalanan panjang gereja, tetapi juga pengingat bagi seluruh jemaat untuk terus menghadirkan kasih dan kebaikan di tengah masyarakat.
“Kita bersyukur hari ini GPDP yang usianya 52 tahun. Dari perjalanan panjang ini ada banyak hal yang GPDP sudah lewati. Hari ini seluruh jemaat GPDP merayakan ulang tahun,” kata Pendeta Julianus Frenki Mirino.
Ia menjelaskan, keberadaan GPDP turut mengambil bagian dalam pembangunan nasional melalui pelayanan kepada jemaat yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Papua Barat Daya. Peran gereja, lanjutnya, tidak hanya terbatas pada kegiatan ibadah, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi sosial dan penguatan kehidupan masyarakat.
“Sebagai Ketua GPDP Kota Sorong, saya mau katakan kita bersyukur karena kehadiran gereja ini kita turut serta dalam pembangunan nasional. Jemaat tersebar di seluruh wilayah di Provinsi Papua Barat Daya,” ujarnya.
Pendeta Julianus juga mengajak seluruh umat GPDP untuk menjadi pembawa damai dengan mengamalkan nilai-nilai kasih, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.
“Gereja hadir untuk memberikan pesan baik dan kabar damai, sebab gereja membawa pesan Tuhan. Saya berharap semua umat GPDP menjadi pembawa damai,” tegasnya.
Perayaan HUT ke-52 GPDP Klasis Kota Sorong mengusung tema “Fajar Kemenangan dari Timur, Mengalirkan Kasih Setia Tuhan yang Tak Bertepi dalam Ucapan Syukur bagi Kebaikan Allah”, dengan subtema “Bersyukurlah kepada Tuhan, Sebab Ia Baik! Bahwasanya untuk Selama-lamanya Kasih Setia-Nya” yang berlandaskan Mazmur 107:1.
Tema tersebut menjadi refleksi perjalanan pelayanan GPDP selama lebih dari lima dekade sekaligus peneguhan iman bagi jemaat untuk terus mengandalkan kasih setia Tuhan dalam menjalankan panggilan gereja.
Ibadah syukur dihadiri jemaat dari berbagai gereja lokal se-Klasis Kota Sorong, para pendeta, gembala sidang, majelis, serta tamu undangan. Rangkaian ibadah diisi dengan puji-pujian, penyembahan, dan khotbah yang mengingatkan jemaat tentang penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan gereja di Tanah Papua.
Dalam khotbahnya, disampaikan bahwa perjalanan GPDP di Tanah Papua, khususnya Kota Sorong, merupakan kesaksian tentang kasih Tuhan yang terus menyertai gereja. Gambaran fajar dari Timur menjadi simbol kemenangan, pengharapan, dan semangat baru untuk melanjutkan pelayanan.
“Seperti fajar yang terbit dari Timur, demikianlah kemenangan dan kasih setia Tuhan terus mengalir bagi gereja-Nya. Kita ada sampai hari ini karena kebaikan Allah,” ungkapnya.
Saat ini, GPDP memiliki 18 jemaat yang tersebar di Provinsi Papua Barat Daya, dengan enam jemaat berada di Kota Sorong. Keberadaan jemaat tersebut menjadi bagian dari upaya gereja untuk terus menjangkau umat dan menghadirkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian perayaan ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun, doa syafaat bagi Kota Sorong, Tanah Papua, dan bangsa Indonesia, serta ramah tamah bersama jemaat.
Memasuki usia ke-52, GPDP Klasis Kota Sorong diharapkan terus memperkuat pelayanan, menjaga persatuan, dan membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Komitmen membawa damai diharapkan tidak hanya menjadi pesan dalam ibadah, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.