Loading
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki relevansi strategis dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Leno Saputra alumni UBB, yang menilai bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap penguatan sektor pendidikan dan perekonomian masyarakat.
Berdasarkan data statistik nasional yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik per 28 April 2026, sejak implementasinya dari 6 Januari 2025, program MBG menunjukkan capaian yang signifikan. Tercatat sebanyak 27.735 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi secara aktif di berbagai wilayah Indonesia. Keberadaan dapur ini menjadi infrastruktur penting dalam memastikan distribusi makanan bergizi yang merata dan berkelanjutan.Lebih lanjut, program ini didukung oleh 27.264 mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang terlibat dalam berbagai aspek pelaksanaan, mulai dari pengadaan bahan pangan hingga pengawasan mutu. Sinergi antara pemerintah dan mitra tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam memperkuat sistem ketahanan pangan nasional.
Dari sisi capaian layanan, program MBG mampu menyediakan sekitar 61.942.237 sajian makanan per hari. Secara kumulatif, jumlah sajian yang telah disalurkan sejak awal pelaksanaan mencapai lebih dari 80 miliar porsi.
Skala distribusi ini menunjukkan kapasitas program dalam menjangkau masyarakat luas secara konsisten. Dalam sektor pendidikan, sebanyak 365.542 sekolah telah menerima manfaat langsung dari program ini. Penyediaan makanan bergizi di lingkungan pendidikan dinilai mampu meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Tidak hanya berdampak pada aspek sosial, program MBG juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.217.904 tenaga kerja telah terlibat dalam operasional program, mulai dari proses produksi hingga distribusi.
Leno Saputra menegaskan bahwa keberlanjutan program MBG perlu terus diperkuat melalui peningkatan kualitas pelaksanaan, pengawasan yang akuntabel, serta optimalisasi peran seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat terus menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat fondasi pembangunan nasional.