Loading
Bandung, 20 April 2025 – Dalam forum Youth Business & Pancasila Movement yang digelar di Jakarta, ratusan pengusaha muda dari berbagai daerah berkumpul untuk menunjukkan bagaimana semangat Pancasila dapat diterapkan dalam dunia usaha masa kini. Acara ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur bangsa tidak ketinggalan zaman, justru sangat relevan dengan tantangan era digital dan globalisasi.
“Saya membangun bisnis bukan hanya karena ingin mandiri secara ekonomi, tapi juga ingin menciptakan lapangan kerja untuk teman-teman di desa,” ujar Zhafira Lintang, pemilik brand fesyen lokal dari Cirebon. Ia mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga dan menggunakan bahan ramah lingkungan—bentuk konkret dari sila ke-2 dan ke-5 Pancasila: kemanusiaan yang adil dan beradab, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di Bandung, sekelompok anak muda lintas agama mendirikan Kopi Rakyat, sebuah kedai kopi yang juga menjadi ruang diskusi lintas budaya. “Kami ingin bisnis ini jadi simbol persatuan, tempat semua orang bisa berkumpul tanpa melihat latar belakang,” kata co-founder-nya, Johan Salim.
Semangat Persatuan Indonesia dan gotong royong jelas tercermin dari cara bisnis ini dijalankan: semua keuntungan dibagi adil dan sebagian disumbangkan untuk program sosial.
Pemerintah pun menyambut baik gerakan ini dengan mendukung inkubator bisnis pemuda yang berorientasi pada nilai Pancasila. “Kita dorong ekonomi kerakyatan dan usaha muda yang punya integritas, rasa kebangsaan, dan tanggung jawab sosial,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo.
Dengan Pancasila sebagai roh usaha, para pemuda tak hanya membangun bisnis—mereka juga membangun harapan dan masa depan bangsa.