Papuan Cultural Event II Hadirkan Kreativitas dan Kekayaan Budaya Papua


  • 23 
  • Friday, 30 October 2026 
  • Bara

Papuan Cultural Event II Hadirkan Kreativitas dan Kekayaan Budaya Papua

AIMAS – Black Pearl English Course (BPEC) Sorong Raya menggelar Papuan Cultural Event II Tahun 2026 di Gedung Tongkonan Aimas, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus melestarikan kebudayaan Papua melalui berbagai perlombaan yang dipadukan dengan pembelajaran bahasa Inggris.

Ketua Panitia Papuan Cultural Event II BPEC Sorong Raya Tahun 2026, Rita O.S. Kemesfle, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Yayasan Mutiara Hitam Papua yang telah menjadi mitra kerja GKI Sinode di Tanah Papua sejak 2017.

Menurut Rita, Papuan Cultural Event pertama kali dilaksanakan di Provinsi Papua Barat Daya pada 2023. Pada penyelenggaraan pertama, kegiatan masih berupa penampilan budaya. Sementara pada pelaksanaan kedua tahun 2026, kegiatan dikembangkan dengan menghadirkan sejumlah kategori perlombaan.

Perlombaan tersebut meliputi peragaan busana Batik Papua, tari kreasi Papua, pidato bahasa Inggris dengan tema potensi Provinsi Papua Barat Daya, serta pertunjukan drama teatrikal yang mengangkat cerita rakyat Papua.

Khusus pertunjukan drama, peserta membawakan cerita rakyat dari wilayah Sorong Raya dengan mengacu pada kumpulan buku cerita rakyat Papua yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sorong.

Rita mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendorong anak-anak dan generasi muda agar tetap mengenal serta melestarikan budaya Papua melalui pembelajaran bahasa Inggris. Menurutnya, bahasa Inggris merupakan jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat dunia.

Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah peserta yang terlibat dalam berbagai kategori perlombaan diperkirakan mencapai 230 orang. Peserta berasal dari lingkungan BPEC di sejumlah wilayah, termasuk Malamoi, Kota Sorong, Teminabuan, dan Raja Ampat.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama satu hari, meliputi pembukaan, perlombaan peragaan busana dan tari kreasi Papua, lomba pidato bahasa Inggris, pertunjukan drama cerita rakyat, serta penampilan tari tradisional Papua.

Pada akhir kegiatan, panitia menyerahkan piala, uang pembinaan, dan piagam penghargaan kepada para peserta. Apresiasi juga diberikan kepada para pelatih dan seniman yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Rita berharap Papuan Cultural Event dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dan dikembangkan menjadi kegiatan yang terbuka bagi masyarakat umum. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda Papua mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan bakat sekaligus memperkenalkan kebudayaan daerah kepada masyarakat luas.