Paradoks Nataru di Bali: Wisatawan Naik, Okupansi Hotel Justru Turun


  • 206 
  • Saturday, 20 December 2025 
  • Madha

Paradoks Nataru di Bali: Wisatawan Naik, Okupansi Hotel Justru Turun

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kondisi pariwisata Bali menunjukkan fenomena yang tidak biasa. Jalanan di Pulau Dewata dipadati wisatawan, namun tingkat hunian hotel justru mengalami penurunan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, mengungkapkan bahwa okupansi hotel dan penginapan di Bali turun meski jumlah kunjungan wisatawan meningkat sekitar 10 persen.

“Terjadi paradoks dalam pariwisata Bali saat ini. Data menunjukkan adanya kenaikan kunjungan sekitar 10 persen, tetapi tidak diikuti oleh peningkatan okupansi hotel yang justru menurun,” ujar Cok Ace saat Seminar dan Expo PHRI Tabanan di Umadhatu Resort, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Jumat (19/12).

Berdasarkan data PHRI, tingkat hunian hotel turun dari 66 persen menjadi 58 persen. Meski penurunan tersebut dinilai tidak terlalu signifikan, dampaknya cukup dirasakan oleh pelaku usaha perhotelan.

Cok Ace menilai maraknya akomodasi ilegal menjadi salah satu penyebab utama penurunan okupansi. Banyak warga negara asing yang mengontrak rumah atau vila di Bali, namun kemudian menyewakannya kembali ke wisatawan dari luar negeri.

“Banyak orang asing mengontrak rumah atau vila, lalu disewakan kembali ke luar negeri. Ini yang mengacaukan,” tegas mantan Wakil Gubernur Bali itu.

Selain itu, sejumlah bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Bali turut memengaruhi minat kunjungan wisatawan. Meski demikian, Cok Ace menilai faktor ekonomi global yang melemah menjadi penyebab utama berkurangnya daya beli wisatawan.

“Kalau dilihat, bukan semata karena bencana. Faktor ekonomi global yang sedang menurun juga berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PHRI Tabanan, I Nyoman Sugiarta, mengatakan tingkat okupansi hotel di wilayah Tabanan hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, pihaknya tetap optimistis menjelang perayaan Nataru.

“Sesuai tradisi setiap Nataru, wisatawan lebih banyak mengunjungi wilayah Tabanan Utara untuk menikmati panorama pegunungan dan udara sejuk. Sedangkan wilayah selatan lebih diminati wisatawan yang mencari hiburan modern,” jelasnya.

Cok Ace memprediksi reservasi akomodasi pariwisata di Tabanan akan mulai meningkat setelah akhir pekan ini seiring semakin dekatnya libur Nataru. Menurutnya, wisatawan domestik masih mendominasi kunjungan ke Bali pada periode tersebut.