Pelayanan Sekolah Belum Optimal, Dikbud PBD Bekali Guru dengan Pelatihan Pelayanan Publik


  • 17 
  • Monday, 17 August 2026 
  • Bara

Pelayanan Sekolah Belum Optimal, Dikbud PBD Bekali Guru dengan Pelatihan Pelayanan Publik

Aimas - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan melalui Pelatihan Pelayanan Publik bagi Tenaga Guru.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 14-15 Agustus 2026, di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong, diikuti 30 guru perwakilan SMP dan SMA dari Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Djon Ayorbaba, S.Pd., M.Pd., yang ditandai dengan penabuhan tifa sebanyak lima kali.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat untuk memberikan materi mengenai pelayanan publik, khususnya penerapannya dalam lingkungan pendidikan.

Djon Ayorbaba, S.Pd., M.Pd. mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu program untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, pelayanan publik di sejumlah sekolah masih perlu dioptimalkan, baik dari sisi administrasi maupun kualitas pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat.

"Pelatihan pelayanan publik ini merupakan program dari Kasubbag Humas. Mengingat kondisi pelayanan publik, khususnya di dunia pendidikan dan di sekolah-sekolah kita, belum berjalan optimal," ujar Djon.

Ia menjelaskan, 30 guru yang mengikuti pelatihan berasal dari jenjang SMP dan SMA di wilayah Kota Sorong maupun Kabupaten Sorong.

Djon berharap para guru dapat memahami materi yang diberikan dan menerapkan prinsip-prinsip pelayanan publik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di sekolah.

"Dengan pelatihan ini kami berharap Bapak dan Ibu Guru dapat menerapkan informasi dan prinsip-prinsip pelayanan publik yang baik. Narasumber yang hadir langsung dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua Barat dan Papua Barat Daya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Charles Isir, mengatakan pelayanan publik merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.

Menurut Charles, guru tidak hanya memiliki tugas mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik, termasuk pembinaan mental, kedisiplinan dan administrasi pendidikan.

"Pelayanan publik ini sangat penting karena kegiatan ini merupakan salah satu agenda yang tepat di dunia pendidikan. Pelayanan publik mengarah kepada pembinaan mental, pelayanan administrasi serta pelayanan kepada anak-anak sekolah," kata Charles.

Ia menambahkan, penataan administrasi dan pembinaan disiplin peserta didik merupakan bagian yang harus diperhatikan tenaga pendidik dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Karena itu merupakan kewajiban guru. Makanya kegiatan ini penting sekali dan kami mengundang para guru untuk mengikuti pelatihan ini dengan baik," ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai standar pelayanan publik, tata kelola administrasi serta kedisiplinan dalam memberikan pelayanan pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya berharap hasil pelatihan dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan sehingga kualitas pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat semakin baik.

Penerapan disiplin pelayanan dan tata kelola administrasi yang tepat juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan bagi generasi muda di Papua Barat Daya.