PRABOWO AKUI SEDIH USAI DADAN HINDAYANA JADI TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI MBG


  • 49 
  • Thursday, 04 June 2026 
  • Daffa

PRABOWO AKUI SEDIH USAI DADAN HINDAYANA JADI TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI MBG

Dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Prabowo menyampaikan rasa prihatin dan kecewanya terhadap kasus yang menjerat mantan pimpinan BGN. Menurutnya, keputusan untuk mengganti para pejabat tersebut bukanlah hal yang mudah karena mereka merupakan orang-orang yang selama ini dipercaya menjalankan tugas negara.

Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak akan memberikan komentar lebih jauh terkait perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum. Ia menilai proses hukum harus berjalan secara independen tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun, termasuk dirinya sebagai Presiden.

Prabowo mengungkapkan bahwa sebelum kasus tersebut mencuat ke publik, dirinya telah menerima sejumlah laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, dan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah kemudian meminta instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Menurut Prabowo, kualitas kepemimpinan memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan suatu organisasi. Oleh karena itu, dugaan penyimpangan yang melibatkan pimpinan lembaga menjadi perhatian serius pemerintah, terutama karena Program MBG merupakan program strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Selain bertujuan memperbaiki gizi anak-anak, program tersebut juga diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan mendorong pembangunan nasional dalam jangka panjang.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Saat ini, Kejaksaan Agung masih terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi MBG. Penyidik mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta menghitung potensi kerugian negara yang timbul akibat dugaan penyimpangan dalam tata kelola program tersebut.