Presma UIN Al-Azhaar Soroti Balap Liar Ramadan, Ajak Pemuda Jaga Ketertiban di Lubuklinggau


  • 147 
  • Sunday, 08 March 2026 
  • Dimas

Presma UIN Al-Azhaar Soroti Balap Liar Ramadan, Ajak Pemuda Jaga Ketertiban di Lubuklinggau

Lubuklinggau — Maraknya aksi balap liar di sejumlah ruas jalan di Kota Lubuklinggau selama bulan Ramadan mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa. Presiden Mahasiswa Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau, Riza Pahlawan, mengimbau para pemuda untuk menjaga ketertiban serta menghormati pengguna jalan lain demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Menurut Riza, fenomena balap liar yang kerap terjadi pada malam hingga menjelang waktu sahur bahkan setelahnya tidak hanya mengganggu ketenangan masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan para pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

“Balap liar bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga sangat berisiko menimbulkan kecelakaan. Apalagi kegiatan tersebut sering dilakukan di jalan umum yang digunakan masyarakat luas,” ujar Riza dalam keterangannya.

Ia menilai, momentum bulan Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak kegiatan yang positif dan bermanfaat, bukan justru melakukan aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Bulan Ramadan adalah waktu untuk memperbaiki diri dan memperbanyak kebaikan. Sangat disayangkan jika justru diisi dengan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban dan keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Riza juga mengajak para pemuda di Kota Lubuklinggau untuk lebih bijak dalam memanfaatkan waktu selama Ramadan dengan mengikuti kegiatan yang bersifat produktif, seperti kegiatan keagamaan, diskusi, maupun aktivitas sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Di sisi lain, ia turut mendorong aparat penegak hukum dan pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan serta penertiban terhadap aksi balap liar yang semakin meresahkan masyarakat.

“Kami berharap aparat penegak ketertiban dapat mengambil langkah tegas namun tetap humanis dalam menertibkan balap liar, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas di jalan raya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban di ruang publik. Menurutnya, kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kota yang aman dan tertib.

Riza berharap, dengan adanya kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, Kota Lubuklinggau dapat tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif selama bulan Ramadan maupun di waktu-waktu lainnya.

“Ketertiban dan keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Kota Lubuklinggau agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.