Loading
Pada 3 April 2026, Jamaluddin Ahmad selaku Geuchik Gampong Mns. Mancang menyampaikan bahwa sejumlah LSM bersama komunitas PMII Pidie Jaya tengah merencanakan penyediaan 500 bibit pohon mahoni yang akan dibagikan kepada masyarakat yang telah mengajukan permohonan. Program penghijauan tersebut menjadi bagian dari inisiatif komunitas lokal yang juga didukung LSM untuk memperbaiki kondisi lingkungan, termasuk penghijauan pesisir melalui penanaman mangrove guna mencegah abrasi.
Menurut Jamaluddin, penanaman pohon mahoni dinilai strategis karena memiliki manfaat ekologis sekaligus ekonomis. Akar mahoni yang kuat mampu memperkuat tebing sungai sehingga dapat mencegah erosi dan potensi longsor, sementara nilai ekonomisnya juga cukup tinggi karena kayunya dapat dimanfaatkan untuk bahan furnitur, serta bagian kulit dan bijinya berguna untuk kebutuhan kesehatan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga tengah menggalakkan program penghijauan sebagai bagian dari pemulihan lingkungan pascabencana dan dukungan terhadap gerakan “Hijaukan Aceh”. Program tersebut meliputi penanaman sekitar 1.000 pohon keras seperti mangga, durian, dan mahoni di kawasan DAS Krueng Seunong serta 300 pohon di sejumlah lokasi terdampak lainnya. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat bantaran sungai, mengurangi risiko banjir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan penanaman intensif telah dilakukan sejak awal tahun 2026 dengan fokus pada tujuh kecamatan, di antaranya Kecamatan Meureudu, Bandar Dua, Meurah Dua, dan Panteraja. Upaya tersebut diharapkan mampu memulihkan ekosistem DAS secara optimal serta menjadi langkah preventif dalam mengurangi potensi banjir di masa mendatang. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.