Progres Pengembangan Ketenagakerjaan di Kalimantan Timur: Fokus Pelatihan dan Penurunan Pengangguran



Progres Pengembangan Ketenagakerjaan di Kalimantan Timur: Fokus Pelatihan dan Penurunan Pengangguran

Samarinda, 20 Januari 2025 – Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur, M. Abduh, melaporkan perkembangan program pengembangan ketenagakerjaan di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh tiga lembaga utama: Disnakertrans Provinsi, UPTD BLKI Balikpapan, dan UPTD BLKI Bontang. Pada tahun 2025, jumlah peserta pelatihan di BLKI Balikpapan mencapai 1.040 orang, sementara program pemagangan melibatkan 500 peserta di BLKI Balikpapan dan 500 peserta di BLKI Bontang, dengan total peserta sebanyak 2.040 orang. Selain itu, pelatihan juga didukung oleh BLK swasta di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Disnakertrans turut melaksanakan program penempatan kerja bagi peserta pelatihan. Sebelum program berbasis kompetensi dimulai, dilakukan training need analysis bersama perusahaan besar untuk menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan tenaga kerja tahun 2025.

Program-program ini berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran di Kalimantan Timur dari 5,31% menjadi 5,14%. Kepala Disnakertrans menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dua program utama yang dijalankan adalah pelatihan berbasis kompetensi, mencakup kejuruan seperti pengelasan, operator alat berat, otomotif, dan mesin pendingin, serta program penempatan kerja.

Namun, terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan tenaga kerja di bidang konstruksi masih menjadi tantangan. Banyak tenaga kerja dari luar daerah bersedia bekerja dengan upah rendah, sedangkan tenaga kerja lokal yang telah dilatih cenderung enggan bekerja di IKN. Disnakertrans Kaltim terus berupaya melatih tenaga kerja lokal dan memberikan informasi terkait kebutuhan tenaga kerja kepada Otorita IKN.

Selain itu, sektor pertanian juga menghadapi kendala utama. Masyarakat lokal kurang berminat bekerja di bidang ini karena dianggap membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu peningkatan pengangguran.








M. Abduh berharap generasi muda terus meningkatkan kompetensi sesuai minat dan bakat, memperbaiki sikap kerja, dan menjunjung nilai-nilai Pancasila. Budaya kerja positif, seperti bangun pagi dan semangat produktivitas, juga menjadi fokus pengembangan mentalitas tenaga kerja di Kalimantan Timur.