Seruan Aksi 3 September: Aksi atau Sekadar Cari Panggung?


  • 35 
  • Wednesday, 03 September 2025 
  • Vincent

Seruan Aksi 3 September: Aksi atau Sekadar Cari Panggung?

Surabaya - Seruan
aksi pada 3 September 2025 di beberapa daerah belakangan ramai diperbincangkan.
Isunya? Katanya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Faktanya? Lebih banyak
kebisingan ketimbang solusi.

Kalau mau fair, demo itu sah, dijamin undang-undang.
Tapi, apa benar semua seruan aksi itu murni dari rakyat? Atau hanya dimotori
segelintir elit yang hobi memanfaatkan momentum politik? Karena faktanya, sebagian
besar “aksi” hanya jadi panggung instan. Bikin poster, teriak di jalan,
trending sebentar, lalu hilang. Rakyat kecil tetap balik ke rutinitasnya,
masalah besar tetap nggak terselesaikan.

Yang lebih parah, ada aksi yang ujung-ujungnya malah
dibatalkan sendiri oleh penggagasnya. Seruan lantang, tapi pas situasi panas,
mereka mundur. Jadi, untuk apa sebenarnya seruan itu? Apakah serius
memperjuangkan aspirasi, atau cuma ingin headline di media sehari-dua hari?

Dan mari akui kenyataan pahitnya: setiap kali ada seruan
aksi, yang paling rugi selalu masyarakat umum. Jalan macet, aktivitas lumpuh,
pedagang kecil kehilangan rezeki harian. Sementara yang “bersuara” bisa pulang
dengan rasa puas—seolah sudah jadi pahlawan.









Kalau benar peduli rakyat, perjuangan tidak berhenti di
seruan dan poster. Perjuangan itu konsisten, masuk ke ruang-ruang dialog,
merumuskan kebijakan, dan mengawal implementasi.
Tanpa itu, seruan
aksi hanyalah drama musiman.