Loading
Bandar Lampung - Infeksi usus atau enterokolitis adalah peradangan yang terjadi di usus halus atau usus besar. Kondisi ini umumnya ditandai dengan diare, sakit perut, dan muntah-muntah. Bakteri, virus, parasit, dan jamur, adalah mikroorganisme yang dapat ditemukan di air, tanah, urin, dan tinja. Jika sampai masuk ke dalam tubuh, apalagi berkembang tidak terkendali, mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan penyakit, misalnya infeksi usus.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah menjadi salah satu program pemerintah yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat di Indonesia. Adanya fasilitas Program JKN tersebut, secara nyata manfaatnya telah dirasakan oleh Suhardi (56). Terdaftar sebagai peserta Program JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
Suhardi bercerita dalam satu bulan ini ia tiga kali dirawat inap dan untuk biaya perawatan sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ia sendiri mengaku sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan.
"Selama sebulan terakhir ini saya masuk rumah sakit udah tiga kali dengan sakit yang berbeda-beda. Pertama saya terkena saraf kejepit, selanjutnya saya operasi bisul yang ada di pinggang dan untuk yang terakhir ini saya terkena infeksi usus,” ujar Suhardi.
“Sebulan saya dirumah sakit semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Bahkan untuk obat-obatan pun semua ditanggung kecuali kebutuhan pribadi kita. Saya merasa terbantu sekali dengan adanya Program JKN karna kalau tidak ada program seperti ini saya tidak sanggup untuk membayar semuanya,” tambahnya.
Suhardi juga menyampaikan bahwa ia tidak keberatan dengan nominal iuran tersebut yang selalu rutin dipotong dari gaji bulanannya. Menurut dirinya manfaat yang diberikan oleh Program JKN jauh lebih besar kepada beliau dan keluarganya. Ia juga menambahkan bahwa merasa puas dan senang dengan manfaat yang diberikan selama bergabung dengan Program JKN.
Tak hanya itu, sebagai peserta JKN, Suhardi tidak merasa adanya perbedaan dalam hal pelayanan, baik untuk peserta JKN maupun pasien umum. Selama menjalani perawatan, Ia sangat dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit.
“Mulai dari petugasnya, perawat, dan dokter memperlakukan saya sama dengan pasien umum lainnya. Saya sangat senang dengan pelayanan seperti itu, karena tidak seperti rumor yang berkembang di tengah masyarakat tentang adanya perbedaan layanan bagi peserta JKN,” ungkapnya.
Ia juga mengaku masih menghawatirkan jika kerap penyakitnya kembali datang menjangkit. Oleh karenanya itu, ia tak henti mengucapkan terimakasih kepada para peserta yang telah rutin membayar iuran BPJS Kesehatan meski jarang menggunakan karena sudah membantu peserta lain yang membutuhkan.
"Pokoknya kami sekeluarga ucapkan terimakasih untuk seluruh peserta yang sudah ikut iuran, dan pemerintah, tolong program JKN jangan di hapus, kami masyarakat sangat membutuhkan. Mau bagaimana lagi berobat kalau tidak ada BPJS, program ini harus terus ada ya," pungkasnya.
Ia mengaku keberadaan JKN sangat penting baginya. Apalagi aktivitasnya sebagai anggota Polri yang tidak mengenal waktu. Dengan memiliki JKN aktif, ia bisa lebih tenang saat berobat ke fasilitas kesehatan apabila mendadak jatuh sakit, sebab sudah ada kepastian biaya penjaminnya. Pada akhir pembicaraan, Suhardi mengajak seluruh masyarakat untuk menjalankan setiap kewajibannya dalam Program JKN.
"Saya sangat berharap Program JKN ini dapat terus berkelanjutan mengingat begitu banyak yang membutuhkan. Ada banyak yang tertolong program ini. Menurut saya jangan hanya memikirkan hak saja, ingat juga kewajiban sebagai masyarakat yang harus menjadi peserta JKN. Jika sudah jadi peserta, ingat rutin membayar iuran, jangan menunggak iuran. Ayo kita dukung Program JKN agar tetap berlangsung,” tutupnya.