Loading
JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, aplikasi Pintar Bank Indonesia (BI) yang dirancang untuk memudahkan penukaran uang THR bagi masyarakat, justru menuai keluhan luas. Banyak pengguna mengeluhkan kesulitan dalam menggunakan aplikasi ini untuk mendapatkan uang baru sebagai THR, karena masalah teknis dan kebijakan kuota yang membatasi jumlah transaksi.
Aplikasi Pintar BI, yang dirilis sebagai solusi untuk menghindari antrean panjang di lokasi penukaran fisik, seharusnya menjadi alternatif praktis bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang. Namun, beberapa pengguna melaporkan masalah teknis yang menghambat proses penukaran uang, mulai dari kesulitan masuk ke aplikasi, proses transaksi yang terhenti, hingga masalah saat mengonfirmasi permintaan penukaran.
“Sudah mencoba berkali-kali tapi selalu gagal, padahal saya butuh uang baru untuk THR keluarga. Sistemnya error terus, saya nggak tahu kenapa,” ujar Siti, salah satu pengguna aplikasi yang mengaku frustasi dengan pengalaman tersebut.
Selain masalah teknis, kebijakan pembatasan kuota penukaran uang juga menjadi penyebab utama keluhan. Setiap pengguna hanya diperbolehkan menukarkan sejumlah uang tertentu dalam satu periode, dan kuota yang disediakan terbatas. Hal ini menyebabkan banyak orang yang sudah mendaftar jauh-jauh hari justru gagal mendapatkan kuota saat periode penukaran uang dimulai.
“Kuotanya cepat sekali habis, padahal saya sudah mendaftar beberapa hari sebelumnya. Tidak adil rasanya, karena saya butuh uang untuk diberikan kepada sanak saudara. Aplikasi ini tidak membantu sama sekali,” kata Hendra, warga Jakarta yang kesulitan menukarkan uang THR.
Polemik ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas aplikasi Pintar BI dalam melayani kebutuhan masyarakat, terlebih di saat-saat krusial menjelang Lebaran. Bank Indonesia sendiri melalui juru bicaranya mengakui adanya beberapa kendala dalam sistem aplikasi. "Kami memahami kekecewaan yang dirasakan oleh sebagian masyarakat. Kami terus bekerja keras untuk memperbaiki masalah teknis dan memastikan penukaran uang THR berjalan lebih lancar," ujar Budi Santoso, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia.
Untuk mengatasi masalah ini, Bank Indonesia berencana meningkatkan kapasitas dan memperbarui sistem aplikasi Pintar BI agar dapat menangani lebih banyak pengguna. Pihak BI juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan opsi lain, seperti penukaran uang melalui layanan kas keliling atau mitra perbankan, agar dapat memenuhi kebutuhan THR mereka.
Namun, bagi sebagian masyarakat, kesulitan dalam menggunakan aplikasi Pintar BI ini mencerminkan perlunya perbaikan sistem yang lebih transparan dan responsif. Harapan terbesar masyarakat adalah agar Bank Indonesia dapat memastikan layanan ini dapat diakses secara lebih merata, terutama di masa-masa puncak seperti menjelang Lebaran.