Loading
Tradisi balon udara Wonosobo sepanjang 2026 hadir dalam beragam kegiatan dengan karakter yang berbeda. Setelah Festival Mudik Balon Udara digelar pada Maret di 23 lokasi dan Java Balloon Attraction berlangsung pada Juli, puluhan balon tradisional kembali menghiasi Alun-alun Wonosobo dalam Tunas Bumi Fest 2026 pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan balon dengan berbagai motif, mulai dari desain dekoratif hingga tema program seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat dan Badan Gizi Nasional.
Tunas Bumi Fest merupakan kegiatan tersendiri yang digelar dalam rangka peringatan tiga tahun Gerakan Mantap Pilih Prabowo atau GMPP. Koordinator Nasional GMPP Mantep Abdul Ghoni mengatakan motif program pemerintah pada balon digunakan sebagai media untuk memperkenalkan program kepada masyarakat. Selain atraksi balon, kegiatan tersebut juga diisi panggung hiburan, kesenian tradisional serta stan kopi dan produk UMKM. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang hadir dalam kegiatan tersebut juga mendorong agar kegiatan masyarakat dapat memberi dukungan terhadap sektor pariwisata daerah.
Kehadiran tema tertentu pada Tunas Bumi Fest tidak mengubah format agenda utama tradisi balon udara Wonosobo. Pada Festival Mudik Balon Udara 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan Komunitas Balon Wonosobo menggelar kegiatan di 23 titik pada 22 hingga 29 Maret. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Fahmi Hidayat menyebut festival tersebut sebagai warisan budaya sekaligus daya tarik wisata yang terus dijaga dan dikembangkan.
Semangat yang sama terlihat dalam Java Balloon Attraction 2026 pada 5 Juli di Taman Rekreasi Kalianget. Sebanyak 40 balon tradisional ditampilkan di hadapan ribuan pengunjung sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo. Ketua Komunitas Balon Udara Wonosobo Agam Setyobudi pada 11 Agustus 2026 juga menegaskan bahwa komunitas tidak terlibat dalam penyelenggaraan Tunas Bumi Fest. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan 9 Agustus merupakan agenda tersendiri, sementara ruang ekspresi seni dan tradisi balon Wonosobo melalui Festival Mudik dan Java Balloon Attraction tetap berjalan dengan identitasnya masing-masing.