ASDP Setop Sementara Penyeberangan Jawa–Bali dan Bali–Lombok Saat Nyepi 2026


  • 49 
  • Thursday, 05 March 2026 
  • Madha

ASDP Setop Sementara Penyeberangan Jawa–Bali dan Bali–Lombok Saat Nyepi 2026

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghentikan sementara operasional penyeberangan lintas Jawa–Bali dan Bali–Lombok dalam rangka menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948/2026 Masehi di Pulau Dewata. Kebijakan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap Catur Brata Penyepian sekaligus penyesuaian layanan transportasi nasional agar tetap tertib dan selaras dengan kearifan lokal masyarakat Bali.

Penghentian operasional tersebut mengacu pada surat Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tentang pengaturan transportasi saat Nyepi. Jadwal penutupan layanan diberlakukan berbeda di masing-masing pelabuhan.

Di Pelabuhan Ketapang, layanan dihentikan mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB. Sementara di Pelabuhan Gilimanuk, penyeberangan ditutup sejak 19 Maret pukul 05.00 Wita sampai 20 Maret pukul 06.00 Wita. Adapun di Pelabuhan Lembar operasional dihentikan pada 18 Maret pukul 21.00 Wita hingga 20 Maret pukul 01.30 Wita, dan di Pelabuhan Padangbai penghentian berlangsung mulai 19 Maret pukul 04.00 Wita hingga 20 Maret pukul 11.30 Wita.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengatakan penyesuaian ini juga mempertimbangkan momentum Nyepi yang berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026. Pada 13–29 Maret 2026, pemerintah memproyeksikan lonjakan mobilitas masyarakat cukup signifikan.

“Penyesuaian ini dilakukan agar arus kendaraan tetap terkendali, aman, dan lancar selama periode mudik,” ujar Aan.

Sejumlah langkah antisipasi disiapkan menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026. Di antaranya optimalisasi Dermaga MB dan LCM pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif melalui Pelabuhan Tanjung Wangi menuju Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar.

ASDP juga menerapkan delaying system melalui buffer zone di jalur tol dan non-tol. Selain itu, pembatasan radius pembelian tiket diberlakukan dengan teknologi geofencing, yakni maksimal 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk, guna mengatur pergerakan kendaraan menuju pelabuhan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan kesiapan perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kelancaran layanan.

“Keselamatan pengguna jasa menjadi prioritas utama. Kami terus melakukan langkah antisipatif agar layanan tetap andal,” tegasnya.

Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, ASDP berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan prakiraan, hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua Pegunungan. Gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25–2,5 meter juga diperkirakan terjadi di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur pada Maret–April.

Sebagai mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat angin kencang dan arus kuat. Khusus lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang dioperasikan ditambah dari 28 menjadi 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan selama periode trafik tinggi.

Secara nasional, pada Angkutan Lebaran 2026 mobilitas masyarakat diproyeksikan mencapai 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan. Untuk lintasan Jawa menuju Bali, penumpang diperkirakan tumbuh sekitar 10 persen dan kendaraan meningkat 9,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Arus sebaliknya dari Bali ke Jawa juga diprediksi naik 9,5 persen untuk penumpang dan 8,7 persen untuk kendaraan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan pihaknya menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk yang disiagakan di area pelabuhan, buffer zone, serta titik krusial lainnya. Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.

ASDP memastikan harga tiket sesuai ketentuan yang berlaku, serta menyediakan fasilitas refund dengan potongan 25 persen dan reschedule dengan potongan 10 persen. Dengan penguatan operasional dan dukungan digitalisasi layanan, ASDP optimistis arus penyeberangan selama periode Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman.