Connie Bakrie: Jangan Terjebak Euforia Indonesia Punya Kapal Induk


  • 10 
  • Wednesday, 26 August 2026 
  • Kanaya

Connie Bakrie: Jangan Terjebak Euforia Indonesia Punya Kapal Induk

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak euforia setelah menerima kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia.

“Kalau buat aku tuh kita jangan sampai terjebak ke euforia Indonesia akhirnya punya kapal induk,” kata Connie, Rabu (26/8/2026).

Hal yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana Giuseppe Garibaldi dimanfaatkan untuk mendorong transformasi doktrin, struktur kekuatan, dan kemampuan proyeksi kekuatan maritim Indonesia.

Ia menilai, hibah Giuseppe Garibaldi juga tidak bisa semata-mata dibaca sebagai pemberian tanpa kepentingan strategis Italia.

Dalam hubungan pertahanan antarnegara, transfer sistem persenjataan utama hampir selalu memiliki kepentingan strategis di belakangnya.

Bagi Italia, Giuseppe Garibaldi yang mulai berdinas pada 1983 telah memasuki akhir siklus operasional dan digantikan kapal generasi yang lebih baru.

Karena itu, Italia memiliki sejumlah pilihan terhadap kapal tersebut, mulai dari menyimpannya, membongkarnya, menjadikannya museum, hingga mentransfernya ke negara lain.

Sementara bagi Indonesia, proses membawa dan memodifikasi kapal tua tersebut tetap membutuhkan biaya.

Connie melihat transfer Giuseppe Garibaldi sebagai peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama industri pertahanan dengan Italia.

Menurut dia, hubungan pertahanan Indonesia dan Italia, termasuk dengan perusahaan galangan Fincantieri, dapat dikembangkan melalui kerja sama retrofit, pemeliharaan, suku cadang, pelatihan, sistem manajemen tempur, hingga pengadaan alutsista pada masa mendatang.

“Jadi akhirnya menurut aku tuh, Indonesia jangan sampai hanya menerima kapal, tapi bagaimana menggunakan momentum transaksi ini untuk punya kemampuan technology transfer, human capital transfer, doctrine transfer, dan yang paling penting industrial corporation gitu,” ucap dia.

Connie berpandangan Indonesia membutuhkan kemampuan yang dapat diberikan oleh kapal induk.

Namun, kebutuhan tersebut tidak berarti Indonesia harus memiliki kapal induk hanya demi status sebagai negara pengguna kapal induk.

Sebagai negara kepulauan terbesar dengan tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), wilayah laut yang luas, zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang besar, serta posisi strategis di Samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia membutuhkan kemampuan proyeksi kekuatan di laut.

Kemampuan itu antara lain mencakup pengendalian laut atau sea control, kesadaran domain maritim, pertahanan udara armada, peperangan antikapal selam, dukungan operasi amfibi, serta kemampuan komando dan kendali.


Sumber: kompas.com