Loading
Mataram NTB - Dinas Perhubungan (Dishub) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check untuk angkutan mudik Lebaran 2025. Pemeriksaan ini mencakup transportasi darat, laut, dan udara guna memastikan keselamatan penumpang selama periode mudik.
"Kami sudah melakukan ramp check terhadap kapal-kapal yang beroperasi di Pelabuhan Lembar, Gili Mas, hingga Pelabuhan Kayangan-Poto Tano. Dari 28 kapal di Kayangan-Poto Tano, 26 siap beroperasi, sementara dua lainnya masih dalam dok," kata Kepala Dishub NTB, Lalu Moh Faozal, di Mataram, Selasa (12/3).
Selain kapal, Dishub NTB juga melakukan pemeriksaan terhadap bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) dengan total 216 kendaraan. "Pengecekan terhadap bus dilakukan lebih awal agar saat puncak arus mudik nanti, seluruh kendaraan sudah dipastikan aman dan layak jalan," ujarnya.
Untuk transportasi udara, Faozal menegaskan bahwa pengecekan rutin dilakukan setiap hari oleh pihak maskapai. Hingga saat ini, belum ada lonjakan jumlah penumpang maupun pemesanan tiket pesawat menjelang Lebaran.
Guna mengantisipasi kepadatan, Dishub NTB juga menambah gerai tiket di Pelabuhan Kayangan-Poto Tano serta memasang sistem palang otomatis berbasis barcode untuk memperlancar arus kendaraan masuk ke pelabuhan. "Mulai hari ini, sistem ini sudah kami uji coba di Pelabuhan Kayangan agar tidak terjadi antrean panjang," kata Faozal.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada H+3 dan H+4. Dishub NTB memperkirakan sekitar 1,5 juta orang akan menggunakan berbagai moda transportasi selama periode Lebaran tahun ini.