FMN Cabang Mataram Gelar Konfercab X, Tetapkan Kepemimpinan dan Arah Perjuangan Baru



FMN Cabang Mataram Gelar Konfercab X, Tetapkan Kepemimpinan dan Arah Perjuangan Baru

Mataram — Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Mataram sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-X pada 19–21 Desember 2025 di Medana, Kabupaten Lombok Utara. Forum tertinggi di tingkat cabang ini diikuti sekitar 60 pimpinan dan anggota FMN dari berbagai kampus di Mataram, serta menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk penetapan kepemimpinan baru dan arah perjuangan organisasi ke depan.

Konfercab diikuti oleh lima ranting definitif, yakni Universitas Mataram (UNRAM), UIN Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Universitas Nahdlatul Wathan (UNW), dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). Selain itu, turut hadir dua Badan Persiapan Ranting (BPR), yaitu Universitas Bumigora (UBG) dan Universitas Bima Internasional (UNBIM). Konferensi ini menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap kerja politik dan organisasi FMN Cabang Mataram selama satu tahun terakhir. Peserta membahas secara terbuka capaian, kelemahan, serta tantangan organisasi yang kemudian dirumuskan menjadi arah perjuangan dan program kerja ke depan.

Mengusung tema “Benahi Metode Kerja, Luruskan Praktik yang Keliru, dan Bangun Pijakan yang Kokoh untuk Menuju Lompatan Jauh ke Depan”, Konfercab menegaskan pentingnya pembenahan internal organisasi sebagai prasyarat untuk memperkuat arah perjuangan di tengah situasi nasional yang ditandai oleh menguatnya pembungkaman demokrasi di era pemerintahan Fasis Prabowo-Gibran.

Dalam forum tersebut, FMN Cabang Mataram secara tegas menyoroti maraknya kriminalisasi terhadap aktivis, mahasiswa, dan rakyat yang menyuarakan kritik, dan komersialisasi pendidikan yang kian mahal dan menutup akses rakyat miskin terhadap pendidikan tinggi. Selain itu, konferensi juga menyoroti perampasan tanah rakyat akibat proyek-proyek strategis nasional (PSN) yang terus berjalan.

Ketua FMN Cabang Mataram terpilih, Dodi Azhari, menyampaikan bahwa situasi tersebut menuntut gerakan mahasiswa harus tetap masif dan terorganisir.

“Konferensi cabang ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi ruang refleksi bersama untuk membenahi metode kerja, meluruskan praktik yang keliru, dan memperkuat pijakan perjuangan FMN. Di tengah pembungkaman demokrasi, kriminalisasi, pendidikan yang makin mahal, dan perampasan tanah rakyat, mahasiswa tidak boleh diam,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris FMN Cabang Mataram, Suci Rahmawati, menegaskan bahwa hasil konferensi akan menjadi pedoman kerja organisasi dalam merespons situasi tersebut.

 “Keputusan konferensi ini menjadi panduan kerja FMN Cabang Mataram ke depan, baik dalam penguatan internal organisasi maupun dalam membangun perlawanan bersama mahasiswa dan rakyat terhadap kebijakan yang merugikan kepentingan rakyat,” katanya.

Melalui Konferensi Cabang ke-X ini, FMN Cabang Mataram juga menetapkan kepemimpinan baru yang diberi mandat untuk menjalankan seluruh keputusan konferensi serta memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat cabang dan ranting. FMN Cabang Mataram menegaskan komitmennya untuk terus membangun gerakan mahasiswa dan rakyat NTB dan melawan seluruh bentuk kebijakan rezim Prabowo-Gibran yang merugikan rakyat.